INILAH.COM, Jakarta - Pusat Studi Kebijakan Publik (PUSKEPI) meminta pemerintah untuk lebih menghargai peran perusahaan swasta nasional dalam mendistribusikan BBM bersubsidi daripada menggandeng bagi swasta asing.
"Terkait tugas pendistrusian BBM Bersubsidi
Pemerintah/Dep ESDM/BPH Migas seharusnya mengakui eksistensi, perananan dan menghargai jasa para pengusaha penyalur BBM bersubsidi /Hiswana Migas dalam mendistribusikan BBM PSO di NKRI," kata Direktur Puskepi, Sofyano Zakaria kepada INILAH.COM, Jakarta, Selasa (2/2).
Menurutnya, selama ini Hiswana Migas telah terbukti mendukung program pemerintah terkait tugas distribusi BBM bahkan selama puluhan tahun. Penolakan Hiswana Migas untuk bekerja sama dengan pihak swasta dalam mendistribusikan BBM PSO seharusnya menjadi masukan bagi Pemerintah dengan tidak "memaksakan" swasta menjadi pelaksana BBM di NKRI ini karena penolakan tersebut mempunyai makna dan maksud yang dalam antara lain sebagai pertanda bahwa BBM bersubsidi merupakan domain pemerintah dan BUMN.
Sebelumnya Kepala Hiswana Migas Mohamad Nur Adib di depan komisi VII mengeluhkan keterlibatan swasta dalam distribusi BBM bersubsidi. Menurut Nur Adib, keterlibatan perusahaan swasta akan menghambat pengembangan swasta nasional yang tergabung dalam Hiswana migas dalam mendistribusikan BBM bersubsidi. [hid]