inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Menkeu tak Setuju Dinilai Lambat Sikapi BPK

Headline
Sri Mulyani Indrawati - inilah.com /Wirasatria
Oleh: Mosi Retnani Fajarwati
Selasa, 2 Februari 2010 | 12:11 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Pemerintah tidak sependapat dengan pandangan F-PDIP mengenai rendahnya tindak lanjut dari hasil pemeriksaan BPK dan kualitas LKKL dalam 5 tahun terakhir.

Demikian disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Rapat Paripurna DPR RI, Selasa (2/2). "Terbukti dari pengakuan BPK sendiri yang menyatakan dan mengakui langkah-langkah perbaikan (oleh Pemerintah) yang sangat berarti dari tahun ke tahun," ujarnya menanggapi pandangan FPDIP pada Januari lalu dalam pandangan fraksi atas RUU Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBN 2008, berupa anggapan rendah terhadap tindak lanjut hasil pemeriksaan BPK dan kualitas LKKL dalam lima tahun terakhir memiliki tendensi buruk dari tahun ke tahun.

Menkeu melanjutkan, kualitas LKKL sejak diberikan opini mulai tahun 2006, bukannya memburuk namun justru meningkat dan terdapat perbaikan yang sangat signifikan dari tahun ke tahun. "Hal ini tercermin dengan semakin membaikmya opini BPK atas LKL yaitu opini WTP dari 7 pada tahun 2006 menjadi 16 pada tahun 2007, dan menjadi 35 pada tahun 2008," ujarnya.

Selain itu, opini disclaimer dari 35 pada 2006 turun menjadi 33 pada 2007 dan menjadi 18 pada 2008. "Peningkatan jumlah opini LKKL WTP dua kali lipat setiap tahun dan penurunan jumlah oipni LKL disclaimer
secara signifikan menunjukkan gambaran perbaikan kualitas dari tahun ke tahun," pungkasnya. [mre/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.