INILAH.COM, Singapura - Harga minyak naik di perdagangan Asia, Selasa (2/2), karena naiknya data manufaktur di AS yang dikombinasikan dengan kenaikan pasar saham Asia yang mendorong pasar naik.
Kontrak utama minyak jenis light sweet crude di New York untuk pengiriman Maret melampaui level US$75 per barel pada perdagangan pagi, dengan naik 58 sen menjadi US$75,01 per barel.
Sementara harga minyak Laut Utara Brent untuk pengiriman Maret naik 63 sen menjadi US$73,74. Sejumlah penguatan yang dilaporkan oleh Institute of Supply Management (ISM) di AS, Senin, menunjukkan melonjaknya aktivitas manufaktur selama Januari, seperti juga meningkatnya pasar saham Asia, menginspirasi perdagangan minyak mentah. "Harga minyak terus naik terutama berdasarkan pada kenaikan saham sehari sebelumnya dan berita bagus dari manufaktur yang keluar dari AS," kata Victor Shum, principal senior di kantor konsultan energi, Purvin and Gertz yang berada di Singapura.
ISM mengatakan indeks manufaktur, juga dikenal sebagai indeks pembelian manajer, merangkak 58,4 persen di Januari, angka terbaik sejak 2004 dan jauh di atas 50 persen yang mengindikasikan pertumbuhan.
Kenaikan pasar saham di Asia juga menambah energi bagi kenaikan panjang (rally) harga minyak mentah, terutama melonjaknya indeks Hang Seng dan Nikkei-225 selama perdagangan pagi, kata Shum menambahkan. [*/hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !