INILAH.COM, Jakarta - Gurihnya bisnis CPO di Tanah Air menarik minat investor Thailand. Hanya saja, investor negara Gajah Putih itu butuh kepastian ketersediaan dan status lahan perkebunan.
Salah satu negara yang berminat untuk menanamkan modalnya di bidang perkebunan Kelapa Sawit adalah Thailand. Negeri Gajah Putih ini membawa lima pengusaha di bidang sektor kelapa sawit untuk mengunjungi Indonesia.
Direktur Biro Hubungan Internasional Pannee Board of Investment (BOI) Thailand Pannee Chengsuttha mengemukakan, pengusaha-pengusaha Thailand berminat untuk menanamkan modalnya di Indonesia.
Namun demikian, salah satu persyaratan yang harus disediakan pemerintah Indonesia adalah terkait ketersediaan lahan dan kepastian mengenai status lahan. Kami tidak ingin di kemudian hari ternyata lahan itu ternyata bermasalah atau mengalami sengketa, ujarnya dalam kunjungannya ke BKPM.
Pannee menambahkan, hingga kini, dua negara anggota ASEAN selalu menjadi acuan perdagangan kelapa sawit yakni Indonesia dan Malaysia. Sebelumnya, Indonesia selalu kalah dengan Malaysia, namun dalam dua tahun terakhir, berhasil merebut peringkat pertama negara terbesar yang memproduksi kelapa sawit dengan jumlah produksi 19 juta ton.
Dengan menjadi nomor satu tersebut, maka pengusaha-pengusaha Thailand lebih memilih Indonesia sebagai tempat untuk melakukan investasinya, papar Pannee.
Sementara Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal BKPM Darmawan Djajusman mengemukakan bahwa pihaknya menilai bahwa permasalahan pertanahan merupakan salah satu faktor yang terus sedang diupayakan pemerintah.
Mengenai ketersediaan lahan sebenarnya kita telah memiliki data-datanya. Kami juga telah kirimkan kepada mereka, ungkapnya. Kekhawatiran investor asing mengenai lahan dan kepastian hukumnya ini bukan merupakan hal yang baru mengingat sengketa di bidang tanah ini menjadi salah satu hal yang menghambat arus investasi ke Indonesia.
Ketersediaan lahan sendiri di Indonesia mencapai 7,9 juta hektar yang telah ditanami CPO. Sementara potensi lahan yang bisa dikembangkan mencapai 4,047 juta hektar.
Sedangkan dari data yang dimiliki BKPM, investasi di bidang perkebunan sejak 2004-2009 mencapai angka US$ 1,1 miliar dengan jumlah proyek mencapai 66 proyek. Jumlah ini masih bisa terus ditingkatkan, apalagi Indonesia terus bersaing dengan negeri Jiran Malaysia. Indonesia kini menguasai 44,5% pasar CPO dunia, beda tipis dengan Malaysia yang menguasai 41,3%. [mdr]