inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

‘Profit Taking’ Dolar, Dongkrak Rupiah

Headline
inilah.com/Agung Rajasa
Oleh: Ahmad Munjin
Selasa, 2 Februari 2010 | 18:49 WIB
TERKAIT
INILAH.COM, Jakarta Nilai tukar rupiah masih sanggup bertahan di area positif. Koreksi di bursa saham dan demand dolar AS dapat dihalau aksi ambil untung investor atas mata uang AS di pasar lokal.

Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Selasa (2/2) ditutup menguat 30 poin (0,319%) terhadap dolar AS menjadi 9.350/9.355, ketimbang posisi kemarin di level 9.380/9.385. Berdasarkan data Bloomberg pukul 17.00 WIB rupiah ditransaksikan menguat 37,5 poin (0,39%) menjadi 9.370 per dolar AS.

Tony Mariano, analis valas Harvest International Futures mengatakan, rupiah hari ini berhasil menguat dipicu pelemahan dolar AS di pasar domestik. Hal ini terjadi seiring aksi profit taking investor atas mata uang AS itu. Saat rupiah melemah ke level 9.375 pasar melakukan aksi ambil untung terhadap dolar AS, katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Selasa (2/2).

Menurutnya, pasar sudah mengantisipasi langkah Bank Indonesia yang diperkirakan akan mengintervensi rupiah di level 9.400 per dolar AS. Karena itu, pelemahan rupiah ke level 9.375 pun langsung diikuti kenaikan. Alhasul, Rupiah berhasil menguat ke level 9.350, ujarnya.

Tony menilai penguatan rupiah kali ini disebabkan faktor teknis, mengingat pergerakan mata uang RI yang masih stabil di kisaran trading. Terutama jika melihat penguatan dolar AS di pasar global, didukung keputusan Reserve Bank of Australia (RBA) untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 3,75%, Secara teori, demand dolar AS semakin meningkat, sehingga rupiah hari ini seharusnya tertekan, ujarnya.

Namun, imbuhnya, hal itu tidak membuat rupiah tertekan. Sentimen profit taking dolar AS di pasar lokal ternyata lebih kuat. Apalagi dolar AS juga melemah terhadap mata uang utama. Seperti euro yang sempat jatuh, namun sekarang kembali menguat. Dolar AS ditransaksikan pada level US$1,3935 per euro, imbuhnya.

Sedangkan dari faktor internal, penguatan rupiah dipicu data inflasi Januari yang menguat tipis di level 0,84%, ketimbang sebelumnya di level 0,33%. Hal ini menandakan laju inflasi sedikit naik.
Jadi, BI rate pun diekspektasikan tetap di level 6,5% atau memiliki kecenderungan bergerak naik yang secara teori ini memicu penguatan rupiah, pungkasnya.

Nilai tukar rupiah sore ini terpantau ditransaksikan pada level 8.347 terhadap dolar Australia, di angka 13.036 terhadap mata uang gabungan negara-negara Eropa (euro), dan di posisi 9.370 per dolar AS. Sementara itu, mata uang kawasan mendominasi penguatan terhadap dolar AS.

Hanya empat mata uang yang melemah. Dolar Singapura turun 0,12% menjadi 1.412, dolar Taiwan melandai 0,14% ke level 32.048, ringgit Malaysia susut 0,10% ke angka 3.418, dan baht Thailand terdepresiasi 0,10% terhadap dolar AS ke posisi 33.165. Selebihnya, mata uang kawasan menguat.

Yen Jepang naik 0,06% menjadi 90.555, dolar Hong Kong terangkat 0,01% ke level 7.767, dolar Australia terdongkrak 1,42% ke angka 0.878, dolar New Zealand menanjak 0,38% ke posisi 0.705, won Korsel merambat naik 0,82% menjadi 1.159, peso Filipina menggeliat 0,49% ke level 46.397, rupee India siuman 0,16% ke angka 46.296, dan yuan China bangkit 0,005% ke posisi 6.827 per dolar AS. [ast/mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.