INILAH.COM, Jakarta - Dari pantauan di Jl Pancoran, Glodok, Selasa (2/2), pengunjung memadati toko-toko yang menjual pernak-pernik khas Tahun Baru Imlek 2561 yang jatuh pada 14 Februari 2010.
Pernak-pernik khas yang banyak diminati pembeli antara lain lampu lampion, aneka kartu angpao, boneka macan atau gambar macan lambang Shio tahun 2010, serta pakaian khas China dan khas Imlek.
Sejumlah pedagang menuturkan, mereka sudah mulai menjual pernak-pernik Imlek sejak Januari lalu dan penjualannya mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. "Berbeda dengan tahun kemarin, tahun 2010 ini toko kami mengalami peningkatan pendapatan hingga 20 persen sampai 30 persen," jelas Steve.
Sementara omzet yang diperoleh toko ini dari hasil penjualan pernak-pernik kali ini mencapai hampir Rp 300 juta. Pernak-pernik yang ada dijual mulai harga puluhan ribu rupiah hingga jutaan rupiah. Keuntungan itu juga dirasakan beberapa penjual yang saat memasuki perayaan Tahun Baru Imlek beralih profesi sebagai pedagang pernak-pernik yang biasa digunakan untuk menghias rumah, perkantoran atau pusat perbelanjaan. "Ini disebabkan permintaan akan pernak-pernik meningkat, karena orang yang merayakan Tahun Baru Imlek semakin bertambah," kata Steve.
Namun berdasarkan pantauan, peningkatan penjualan di toko yang menjual pernak-pernik tidak dialami oleh toko-toko yang menjual peralatan khusus untuk sembahyang. Jika dibandingkan dengan tahun 2009, penjualan peralatan sembahyang tersebut mengalami penurunan dari tahun sebelumnya. Namun, dari hari biasa mengalami sedikit peningkatan.
Hal yang sama dialami Tani, penjual peralatan khusus untuk sembahyang di daerah yang sama. Ia mengaku penjualan tokonya mengalami penurunan dibanding tahun 2009. [*/hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !