INILAH.COM, Jakarta Nilai tukar rupiah Rabu (3/2) berpotensi melanjutkan penguatan. Namun, imbas pergerakan dolar AS, akan menentukan nasib pergerakan mata uang RI lebih lanjut. Analis valas Fauzan Alamsyah mengatakan, rupiah akan mencoba menguat pada perdagangan hari ini, hingga di bawah 9.300 per dolar AS. Namun, kenaikan ini terbatas karena potensi
profit taking. Rupiah akan bergerak di kisaran 9.300-9.350 per dolar AS, ujarnya kepada
INILAH.COM, Selasa (2/2), petang.
Menurutnya, penguatan rupiah pada perdagangan kemarin, bukan disebabkan faktor domestik yang miskin sentimen. Namun, karena pelemahan dolar AS terhadap euro. Hal ini mengingat kemungkinan besar bank sentral European Central Bank (ECB) memutuskan memberi dana talangan (
bailout) kepada Yunani. Mereka berusaha mencegah efek Yunani menyebar ke negara Eropa lainnya, lanjut Fauzan.
Kondisi tersebut, imbuhnya, memberikan dukungan untuk
rally rupiah. Ia menilai, jika ECB mengkonfirmasi atau melakukan tindakan yang berpotensi menyelamatkan Yunani, maka dolar akan melanjutkan tren pelemahannya.
Sedangkan dari dalam negeri, tak ada sentimen kuat yang bisa mendukung rupiah. Rilisnya data inflasi yang di atas estimasi, seharusnya menekan rupiah. Pasalnya, ada ekspektasi Bank Indonesia (BI) akan menaikkan suku bunga pada kuartal pertama tahun ini.
Selain itu, pasar obligasi dan surat utang akan tertekan, dan
capital inflow terhambat. Rupiah seharusnya melemah, tapi penguatan euro menyebabkan pengaruh ke mata uang berimbal hasil tinggi seperti rupiah, paparnya.
Di sisi lain, Tony Mariano, analis valas Harvest International Futures memperkirakan nilai tukar rupiah hari ini akan bergerak pada kisaran
trading. Pasar pun akan melakukan pola perdagangan yang sama seperti kemarin. Rupiah akan akan bergerak pada kisaran 9.300-9.400, katanya, ketika dihubungi terpisah.
Menurutnya, intervensi BI sebagai penjaga moneter di pasar uang, akan menstabilkan pergerakan mata uang Indonesia. Ini berarti, saat rupiah bergerak turun, BI sudah mengambil ancang-ancang mengintervensi pasar. Pada saat rupiah melemah mendekati level 9.400, BI
profit taking dolar AS, tambahnya.
Lebih jauh ia memaparkan, terbatasnya pergerakan rupiah juga didukung minimnya sentimen yang berpengaruh signifikan di pasar uang. Beberapa data yang dirilis di AS, dinilai tidak berpengaruh banyak pada pergerakan mata uang RI. Data penting yang paling berpengaruh adalah data tenaga kerja yang akan dirilis pada hari Jumat. Itu tiga hari lagi, pungkasnya.
Kurs rupiah

di pasar spot valas antar bank Jakarta, Selasa (2/2) ditutup menguat 30 poin (0,319%) terhadap dolar AS menjadi 9.350/9.355. [vin/ast/mdr]