inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS
Minim Sentimen

BUMI Masih Bisa Terkoreksi

Headline
Inilah.com/Agung Rajasa
Oleh: Ahmad Munjin
Rabu, 3 Februari 2010 | 09:01 WIB
INILAH.COM, Jakarta Saham PT Bumi Resources (BUMI), Rabu (3/2) diprediksikan melanjutkan koreksi setelah gagal menembus level resistance-nya kemarin. Buy on weakness BUMI!
Riset analis Reliance Securities Gina Novrina Nasution mengatakan, potensi pelemahan saham BUMI hari ini karena kegagalan emiten ini menembus level resistance-nya pada perdagangan kemarin. Saham sejuta umat ini juga masih kekurang oksigen akibat minimnya sentimen.
Karena itu, BUMI akan mengarah ke level support Rp2.425 dan Rp2.625 sebagai level resistance-nya, katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Selasa (2/2) malam.
Pada pada perdagangan kemarin saham BUMI ditutup melemah Rp50 (1,96%) menjadi Rp2.500 dibandingkan sebelumnya di level Rp2.550. Harga tertingginya di level Rp2.600 dan terendah Rp2.475. Volume transaksi mencapai 166,7 juta unit saham senilai Rp425,8 miliar dan frekuensi 5.615 kali.
Menurutnya, level support Rp2.425 cukup kuat sehingga susah untuk ditembus ke bawah. Pada saat mengarah ke level support-nya saham ini berpeluang kembali balik arah menguat.
Untuk saat ini BUMI menguji level resistance di level Rp2.625 untuk penguatan lebih jauh ke level Rp2.750, ujarnya. Karena itu, dalam jangka pendek, saham ini berpotensi terjadi pembalikan arah ke level resistance-nya.
Di sisi lain, kenaikan harga minyak dunia ke level US$75 per barel diyakini Gina tidak akan mendongkrak saham BUMI. Sebab, pada perdagangan kemarin pun, harga minyak sudah menguat ke level US$74 dari sebelumnya US$72 per barel. Buktinya, tidak bisa mengangkat saham ini, tukasnya.
Koreksi BUMI kemarin juga dipicu penurunan harga batubara di level US$98 dari sebelumnya US$99 per metrik ton. Bahkan sebelumnya sempat menyentuh US$102 per mertik ton. Sentimen positifnya masih minim bagi BUMI, timpalnya.
Lebih jauh Gina mengatakan, meski diberitakan persoalan pajak perseroan sudah selesai, hal itu sudah terfaktorkan di pasar pada saat BUMI mencapai level Rp3.000. Karena itu, penguatan BUMI lebih jauh masih membutuhkan sentimen positif yang lain.
Sementara itu, sentimen market pun belum mendukung penguatan BUMI mengingat belum ada katalis penguatan. Kemarin pun indeks gagal menembus titik resistance-nya.
Indeks hari ini pun masih berpotensi melemah, imbuhnya. Laporan existing home sales di AS yang sudah diekspektasikan positif untuk month to month-nya, dari minus menjadi plus, masih belum cukup kuat untuk mendongkrak indeks.
Begitu juga jika melihat indikator lain seperi valuasi saham sudah berada di level bawah yang seharusnya membuat indeks naik. Saat ini indeks harus menemukan momentum penguatan yang merupakan sentimen positif.
Gina mencontohkan saham PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) yang saat ini belum tembus di level resistance Rp3.800. Begitu juga dengan saham PT Adaro Energy (ADRO) yang belum tembus Rp1.900. Semuanya saat ini masih sideways, tuturnya.
Laporan BI rate pada Kamis (4/1) besok yang diperkirakan masih tetap di level 6,5% hingga akhir kuartal pertama, diharapkan bisa memicu kenaikan indeks. Sebab, BI rate di level itu akan sangat positif bagi sektor banking dan properti sehingga masih layak dikoleksi, urainya.
Laporan keuangan BUMI sendiri di kuartal keempat 2009 sudah price in (terfaktorkan) di pasar. Karena itu, saham ini membutuhkan sentimen positif yang lain seperti aksi korporasi yang baru. Saya rekomendasikan buy on weakness di posisi support untuk BUMI, pungkasnya. [mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
2 Komentar
kangejaz @ Rabu, 3 Februari 2010 | 15:17 WIB
Ada analisa lain yang mengatakan saat ini BUMI memang belum mencapai titik "resistance"nya, tetapi seiring berhasilnya di akuisisi PT Domba mas oleh UNSP, sentimen pasar pasti akan positif terhadap BUMI karena strategi bisnis usaha Bakrie yang terus berkembang
neta @ Rabu, 3 Februari 2010 | 10:20 WIB
Menyesatkan ....!!!
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.