inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Makzulkan SBY, Prabowo Tegur Fraksi Gerindra

Headline
Prabowo Subianto - inilah.com/Agung Rajasa
Oleh: Dwifantya Aquina
Rabu, 3 Februari 2010 | 06:07 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Kurangnya koordinasi antara anggota Pansus Angket Century dari Fraksi Partai Gerindra dengan Ketua Umum DPP Gerindra terkait pemakzulan SBY membuat keadaan partai berlambang burung garuda itu agak tegang. Pasalnya Prabowo menegur para anggotanya yang ingin memakzulkan SBY melalui jalur Pansus Century.

"Pak Prabowo saya kira bukannya marah, tapi mengingatkan bahwa sendi negara harus dihormati. Kemudian aturan main juga harus dihormati dan kehidupan masyarakat juga harus dijaga. Pak Prabowo juga berpesan bahwa proses demokrasi harus dihormati," ungkap Sekjen DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (3/2).

Muzani yang juga merupakan anggota pansus ini pun mengakui memang kurangnya koordinasi diantara para anggota fraksi dengan Prabowo. Menurutnya, sebagai partai baru, Gerindra masih butuh banyak penataan termasuk dalam hal proses koordinasi dalam partai.

"Semua masih dalam proses penataan, karena Gerindra kan partai yang masih tergolong baru. Pak Prabowo sendiri tidak tahu menahu masalah (pernyataan pemakzulan) ini. Yang jelas sampai saat ini fraksi Gerindra belum berkesimpulan," ucapnya.

Ketika pernyataan fraksi Gerindra mendukung adanya pemakzulan terhadap SBY digulirkan, Prabowo hingga hari ini masih berada di luar negeri. Sehingga, hal tersebut menjadi salah satu alasan lemahnya koordinasi yang terjalin terkait masalah yang cukup sensitif tersebut. "Kita terus sampaikan mengenai pentingnya koordinasi," pungkas Muzani.

Sebelumnya dikatakan Prabowo tidak suka dengan anggota Fraksi Gerindra, yang tidak berkoordinasi dalam bersikap. Terutama soal pemakzulan Presiden SBY. Seperti diketahui, fraksi Partai Gerindra menyatakan secara terbuka mendukung wacana pemakzulan. Wacana pemakzulan berkembang menyusul kerja Pansus Angket Bank Century mengungkap kasus bail out Bank Century.

Hal itu dikatakan anggota DPR Fraksi Gerindra Rindoko dan Sadar Subagyo dalam jumpa pers di Gedung DPR, Jakarta, Senin (1/2). "Pemakzulan? Kenapa tidak? Kalau sudah melanggar sumpah, kami mendukung pemakzulan itu," kata Rindoko.

Fraksi partai berlambang garuda emas berani mengatakan, bukan mantan Gubernur BI, Boediono dan mantan Ketua KSSK, Sri Mulyani, yang harus bertanggungjawab jika terjadi pelanggaran hukum di kasus Bank Century.

"Boediono sama Sri Mulyani hanya pelaksana lapangan. Kalau prosesnya sampai ke sana, Gerindra dukung (pemakzulan)," ujar Rindoko.

Pernyataan terlalu berani ini, diduga membuat Prabowo marah. Bahkan kabarnya, mantan Panglima Kostrad ini akan mem-PAW (Pergantian Antar Waktu) anggota fraksi-nya. [jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.