INILAH.COM, Jakarta- Rumah di gang sempit itu terus ramai. Hari ini, Rabu (3/2), Bilqis Anindya Passa, akan dibawa ke Rumah Sakit Karyadi, Semarang.
Bayi 17 bulan itu akan menjalani operasi pencangkokan hati!
Saat INILAH.COM mendatangi rumah di Jalan Kramat Sentiong No E-87F RT 07/RW 06, Jakarta Pusat, orang-orang masih berdatangan. Sebagian memberi sumbangan, sebagian lain sekadar menengok saja.
Banyak yang ingin tahu perkembangan terakhir Bilqis, bayi berusia 17 bulan itu. Wartawan juga banyak berdatangan. Juga kameramen.
Beberapa hari ini, rumah itu juga dijadikan lokasi syuting, salah satu salah satu program acara televisi berita.
Rumah itu, sudah tiga generasi dihuni keluarga besar Baharuddin. Baharudin adalah nama kakek Bilqis. Di rumahnya yang luas itu, Baharudin tinggal bersama istri dan ketiga anaknya yang sudah berkeluarga.
Bilqis Anindya Passa, tampak rewel di gendongan ibunya. Tubuh bayi itu lunglai, tapi terus berusaha memberontak dari gendongan. Tangisnya tanpa suara dan air mata.
Seluruh tubuhnya tampak menguning, terutama bola matanya. Perut balita 17 bulan ini juga membuncit karena pembengkakan jaringan tubuhnya,
Kepada INILAH.COM, Dewi Farida, ibunya Bilqis bercerita. Anaknya lahir 20 Agustus 2008 melalui operasi caesar dengan kondisi normal: berat 3470 gram dan tinggi 49 cm.
Bilqis lahir di Rumah Sakit Tambang, Manggarai. Awalnya memang tubuh Bilqis sering terlihat menguning.
Namun waktu itu dokter yang menangani persalinan tidak curiga. Dokter hanya menyarankan agar Bilqis dijemur saja dengan matahari pagi.
Keanehan baru terjadi saat usia Bilqis memasuki minggu kedua. Waktu itu, kotoran sisa hasil pencernaan Bilqis berwarna putih seperti dempul.
Keluarga segera memeriksakan keanehan tersebut ke RSCM. Hasilnya, pada saat usia Bilqis memasuki hari ke-50, bayi itu sudah mempunyai masalah dengan empedu.
Bilqis divonis harus menjalani operasi Kasai, untuk membuat saluran by pass empedu menuju usus dua belas jari oleh tim dokter di RSPAD Gatot Subroto.
Tidak hanya itu, Bilqis juga divonis menderita penyakit Atresia Billier, penyumbatan saluran empedu yang bisa disembuhkan dengan pencangkokan (transplantasi) hati.
Nah, untuk ini perlu operasi pencangkokan hati yang membutuhkan biaya Rp 1 miliar.[bersambung/ims]