INILAH.COM, Jakarta - Pada perdgaangan Rabu (3/2) rupiah dibuka pada level 9.335 atau menguat 30 poin dibanding penutupan kemarin di level 9.365.
Hal itu disampaikan Foreign Exchane Department Head Bank Mutiara Frans Darwin, saat dihubungi INILAH.COM, Rabu (3/2). "Rupiah pagi menguat karena dolar AS kembali melemah. Pelaku pasar mulai membeli saham di Dow Jones mengingat beberapa perusahaan di AS mencatatkan laba bersih yang baik," kata Frans.
Namun, penguatan rupiah masih fluktuaktif karena pelaku pasar dan perseroan akan kembali membeli dolar untuk keperluan akhir bulan. "Rupiah bila pun melemah akan melemah di 9.360, sedangkan bila rupiah menguat akan tertahan di 9.325," tuturnya.
Senior ekonom Bank Mandiri Moch. Doddy mengatakan, rupiah akan relatif stabil hari ini. Pelaku pasar mulai realistis melihat perbaikan sentimen global." Selama 2 hingga 3 hari ini rupiah dipengaruhi faktor eksternal. Pelaku pasar mengkuatirkan fiskal Yunani," ujar Doddy, saat dihubungi INILAH.COM, Rabu (3/2).
Lebih lanjut ia mengatakan, Perdana Menderi Yunani menyampaikan rencana kepada Dewan Uni Eropa untuk menurunkan defisit dari 12,8% menjadi 5% dalam waktu lima tahun. Menteri Keuangan Amerika Serikat Timothy Gardner mengatakan, akan menurunkan defisit dari 10,6% menjadi 3%. Hal tersebut memberikan sentimen positif bagi pelaku pasar. "Pelaku pasar mulai realistis karena melihat untuk apa berinvestasi ke Amerika Serikat dengan tingkat suku bunga yang rendah," kata Doddy.
Sedangkan sentimen dalam negeri belum ada yang mempengaruhi rupiah. Tetapi pelaku pasar akan menunggu pengumuman suku bunga acuan. Doddy memperkirakan, suku bunga acuan BI akan tetap 6,5%. Doddy meramal, rupiah bergerak di level 9.320-9.370. [san/cms]