INILAH.COM, Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemkes) akan mengantar dan membantu operasi Bilqis Anindya Passa. Bayi 17 bulan itu akan dibawa ke Rumah Sakit Karyadi, Semarang.
Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemkes Tritarayati melalui keterangan tertulisnya, Rabu (3/2) mengatakan, kepastian keberangkatan Bilqis diperoleh setelah Tim Kemkes berkunjung ke rumah orang tua Bilqis di Kramat Sentiong, Jakarta Pusat.
Setibanya di Semarang, pihak RSUD Karyadi menyatakan kesanggupannya untuk menjemput Bilqis langsung di Bandara Ahmad Yani
Kepada INILAH.COM, Dewi Farida, ibunya Bilqis bercerita. Anaknya lahir 20 Agustus 2008 melalui operasi caesar dengan kondisi normal: berat 3470 gram dan tinggi 49 cm.
Bilqis lahir di Rumah Sakit Tambang, Manggarai. Awalnya memang tubuh Bilqis sering terlihat menguning.
Namun waktu itu dokter yang menangani persalinan tidak curiga. Dokter hanya menyarankan agar Bilqis dijemur saja dengan matahari pagi.
Keanehan baru terjadi saat usia Bilqis memasuki minggu kedua. Waktu itu, kotoran sisa hasil pencernaan Bilqis berwarna putih seperti dempul.
Keluarga segera memeriksakan keanehan tersebut ke RSCM. Hasilnya, pada saat usia Bilqis memasuki hari ke-50, bayi itu sudah mempunyai masalah dengan empedu.
Bilqis divonis harus menjalani operasi Kasai, untuk membuat saluran by pass empedu menuju usus dua belas jari oleh tim dokter di RSPAD Gatot Subroto.
Tidak hanya itu, Bilqis juga divonis menderita penyakit Atresia Billier, penyumbatan saluran empedu yang bisa disembuhkan dengan pencangkokan (transplantasi) hati. Untuk ini perlu operasi pencangkokan hati yang membutuhkan biaya Rp 1 miliar.
Selain bantuan dari Kemkes, bantuan masyarakat melalui Gerakan Koin Cinta Untuk Bilqis berhasil mengumpulkan dana mencapai Rp 230 juta. Namun jumlah itu masih berupa uang yang masuk ke dalam rekening bank. [mut]