Minggu, 27 Mei 2012 | 00:41 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Realistis Hadapi Perdagangan Bebas ASEAN-China
Headline
Istimewa
Oleh:
web - Rabu, 3 Februari 2010 | 09:33 WIB
Masyarakat Indonesia harus belajar dari sejarah, bahwa perkembangan China dan India telah memberikan pengaruh besar pada perkembangan Indonesia.

Baik pengaruh dibidang ekonomi maupun sosial-kultrural, perkembangan China dan India dapat paralel dengan perkembangan Indonesia, jika masyarakat Indonesia bersikap realistis dan dapat memanfaatkan peluang dengan baik.

Mencermati banyaknya aksi demo dan tekanan dari kalangan pengusaha industri agar pelaksanaan Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN-China atau ACFTA ditunda sangat kuat yang menandakan besarnya pengaruh negatif terhadap industri Indonesia.

Sementara pemerintah berpendapat tetap menjalankan kesepakatan dengan berupaya menunda pelaksanaan tarif nol untuk beberapa jenis produk tertentu.

Menurut pengamat ekonomi Umar Juoro, perdagangan bebas memberikan keuntungan terutama pada konsumen dengan banyak macam produk dan harga yang lebih murah. Namun, menyebabkan kerugian bagi perusahaan yang produknya tidak dapat bersaing berikut pekerja yang harus menganggur karena perusahaannya kalah bersaing.

Penerimaan pemerintah dari tarif juga berkurang drastis. Jadi, tugas pemerintah: mendorong, bagi perusahaan yang dapat memenangi persaingan, dan memberikan jalan keluar serta alternatif bagi perusahaan yang kalah bersaing dan pekerja yang menganggur.

Sekalipun pemerintah menunda pelaksanaan ACFTA untuk waktu tertentu bagi produk-produk tertentu, pada akhirnya perlindungan tersebut juga harus dihilangkan sesuai kesepakatan.

Jika pemerintah melanggar kesepakatan dan melindungi perusahaan dalam negeri, konsumen dirugikan karena harus membayar produk dengan harga lebih mahal dan perekonomian menjadi tak berkembang.

Selain itu, negara mitra perdagangan bebas kemungkinan besar akan melakukan balasan, oleh karena itu, kita harus menyikapi perdagangan bebas dengan sikap realistis.

China melihat Indonesia sebagai pemasok penting bahan mentah dan pasar yang besar bagi produk manufaktur, apalagi ditambah dengan negara ASEAN lain. Indonesia defisit 3,2 miliar dollar AS dalam perdagangan dengan China. Defisit ini, terutama bersumber dari perdagangan nonmigas, mencapai 4,6 miliar dollar AS.

Jika kita proyeksikan ke depan, defisit ini akan membesar karena defisit perdagangan nonmigas sangat sulit tertutupi oleh surplus dari migas.

Secara realistis Indonesia harus semakin meningkatkan ekspor berbasis sumber daya alam, baik pertanian maupun pertambangan, untuk mengurangi defisit perdagangan.

Ke depan kita akan melihat kian pentingya peranan Asia dalam mendorong perekonomian dunia. Kekuatan ekonomi akan bergeser dari AS dan Eropa Barat ke Asia.

China dan India akan jadi penggerak utama pertumbuhan. Indonesia juga berpotensi jadi perekonomian besar di Asia dan dunia beberapa dekade ke depan jika kita dapat memperbaiki iklim investasi dan melakukan revitalisasi industri, pertanian dan pertambangan.

Bagi Indonesia, pendekatan realistis lebih baik ditempuh daripada mencegah atau menghindari persaingan dengan produk China.

Indonesia punya kekuatan dalam sumber daya alam (SDA) dan produk-produk berbasis SDA. Bahkan, produk-produk yang bersaing langsung dengan China, seperti tekstil, garmen, dan alas kaki, tak semua jenis kalah dalam persaingan. Produk-produk tertentu tetap dapat bersaing, apalagi jika produk tersebut mempunyai keunikan Indonesia.

Dini Kinanthi (dinikina@plasa.com)
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.