INILAH.COM, Jakarta - Pemerintah menilai, keberadaan ACFTA merupakan salah satu strategi memperluas pasar ekspor dan meningkatkan investasi.
Demikian diungkapkan Deputi Menko Perekonomian Bidang Industri dan Perdagangan, Edy Putra Irawady, dalam Seminar Industri Menghadapi Pemberlakuan ACFTA di Jakarta, Rabu (3/2).
Selain itu, Edy melanjutakan, keberadaan ACFTA dapat menjadi pembuka isolasi ekonomi serta pengembangan daerah. " Kita tidak menganut perdagangan bebas dalam arti keterbukaan tanpa kendali. Tidak ada satupun
produk yang dapat diperdagangkan lintas border secara bebas," ujarnya.
Dalam kesepakatan ACFTA, jumlah pos tarif yang menjadi 0% pada 1 Januari ini sebanyak 1.597 pos tarif, sehingga total pos tarif yang menjadi 0% adalah sebanyak 7.306.
Sementara sebanyak 228 pos tarif masih memerlukan pembicaraan ulang karena diprediksi berpotensi mengganggu daya saing industri dalam negeri. [mre/hid]