INILAH.COM, Tottenham - Fabio Capello, Carlo Ancelotti, serta rekan-rekan di timnas Inggris dan Chelsea memaafkan perselingkuhan John Terry dengan Vanessa Perroncel, namun tak demikian dengan Harry Redknapp.
Perroncel saat itu adalah kekasih Wayne Bridge, yang masih bermain di Chelsea saat perselingkuhannya dengan Terry terjadi.
Sebagai kapten, tindakan Terry dinilai pelatih Tottenham Hotspur itu amat tak layak. Karena itu ia harus dicopot dari jabatannya.
Redknapp memang terkenal keras dengan para pemainnya. Sebelumnya, amarahnya meledak saat mengetahui David Bentley ditangkap polisi karena mengemudi sambil mabok, begitu pula saat ia mengetahui beberapa pemainnya ketahuan mengunjungi klab malam.
Ujarnya, Tentu saja apa yang dilakukan pemain di luar lapangan berpengaruh, meski saya juga sadar tak mudah mengubah perilaku orang.
Semua pelatih seharusnya mengambil tindakan untuk hal-hal seperti itu, tetapi saya tak mau mempengaruhi pelatih Inggris mengenai tindakan apa yang harus ia lakukan. Ia bisa memutuskannya sendiri, lanjut Redknapp.
Menurut Redknapp tuntutan untuk berperilaku baik bagi semua pemain saat berada di dalam maupun luar lapangan bukanlah hal yang berlebihan, mengingat mereka memiliki pengaruh besar kepada generasi muda.
Harus dibuat standar, karena mereka adalah panutan. Mereka menjadi conto bagi pemain muda. Kita harus memberikan contoh yang tepat bagi anak-anak muda ini, tambahnya.
Jika mereka tak mau menjadi panutan, tak usah bermain sepak bola. Anak-anak mencontoh dan mengenakan baju dengan nama mereka. Mereka menjadi sorotan publik dan mendapat bayaran layak untuk itu, sambung sang pelatih.
Redknapp, yang baru saja meminjamkan kaptennya, Robbie Keane, ke Celtic di akhir bursa transfer ini, mengaku mudah memilih seorang kapten.
Sebenarnya cukup mudah. Anda mencari seorang pemimpin, seseorang yang bisa menyampaikan instruksi Anda di lapangan, mencermati bila ada kesalahan dan memperbaikinya, pungkasnya.[boy]