Selasa, 29 Mei 2012 | 03:12 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Ada Tabrakan Asteroid di Ruang Angkasa
Headline
reuters.com
Oleh: Syamsudin Prasetyo
web - Kamis, 4 Februari 2010 | 07:07 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Astronom menemukan obyek dari tubrukan dua asteroid seperti yang membunuh dinosaurus jutaan tahun lalu. Proses penghancuran itu bisa mencegah bumi dari hujan asteroid.

Obyek yang dikenal sebagai P/2010 A2 berputar sekitar 90 juta mil (144 juta km) dari bumi dalam sabuk asteroid utama, antara planet Mars dan Jupiter ketika diketahui terakhir kali oleh teleskop ruang angkasa Hubble.

Sebenarnya kami sedang berjuang memahami apa artinya seluruh hal tersebut, ujar Peneliti Utama David Jewitt dari Universitas California Los Angeles. Ini sama halnya dengan hasil tubrukan antara dua asteroid.

Jika demikian maka ini akan menjadi kasus pertama di mana tubrukan asteroid yang terjadi berhasil dipelajari, tambah Jewitt.

Obyek tersebut sangat mirip dengan komet, tetapi nukleusnya terpotong dari ekornya oleh karena itulah bentuknya sangat aneh, tidak pernah dilihat sebelumnya, ujar Jewitt.

Studi tentang obyek tersebut dan pencarian benda serupa akan meningkatkan pemahaman ilmuwan bagaimana asteroid terpisah, informasi tersebut akan berguna dalam usaha menggagalkan serangan asteroid ke bumi di masa depan.

Satu yang ingin kami mengerti adalah bagaimana asteroid menghantam satu sama lain dan juga saling menghancurkan. Hal tersebut bisa membantu memberi pemahaman bagaimana menghancurkan asteroid dan mencegahnya menabrak manusia atau bumi, tegas Jewitt.

Ilmuwan percaya bahwa komet raksasa yang pernah menghantam bumi sekitar 65 juta tahun lalu berhubungan dengan kepunahan dinosaurus akibat debu atau awan kimiawi yang menutupi matahari atau juga dengan tersulutnya kebakaran hebat secara global.[ito]

Hasil kalkulasi menunjukkan bahwa orbit P/2010 A2 berhubungan dengan grup asteroid yang dikenal dengan nama keluarga Flora yang memproduksi banyak asteroid.

NASA sedang mengerjakan katalog setidaknya 90% yang mengestimasi 1000 obyek yang mendekati Bumi dalam jarak diatas 1 kilometer atau sepertiga mil di atas bumi.

NASA menyarankan proposal anggaran tahunan mulai tanggal 1 Oktober 2010 termasuk tambahan biaya US$ 16 juta (Rp 153 miliar) untuk memperkuat langkah tersebut.[ito]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.