INILAH. COM, Jakarta- Pemerintah harus berinvestasi minimal Rp50-60 triliun untuk menjadikan Merauke sebagai daerah lumbung pangan atau food estate.
Demikian dikatakan Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurthi, saat ditemui di Jakarta, Rabu (3/1). "Investasinya cukup besar, untuk tahap awal bisa menampung investasi Rp50-60 triliun," kata Bayu.
Bayu menjelaskan dana investasi akan digunakan untuk pengembangan infrastruktur dan sarana investasi bagi para pemodal di Merauke. Masalah infrastruktur seperti pelabuhan, pasar, jalan, energi dan pergudangan sangat penting. Sedangkan untuk lahan, air, pupuk dan lain-lain bisa mudah dipenuhi di Merauke. "Untuk itu kita butuh para investor besar dibutuhkan untuk masuk duluan," kata dia.
Bayu menuturkan, saat ini sudah ada 36 investor asing maupun lokal yang siap untuk menanamkan modalnya pada sektor pangan di Merauke. "Investor asing yang siap masuk antara lain adalah dari Timur Tengah, Jepang, Brazil, AS dan Eropa untuk pengembangan lahan padi, tebu, kedelai dan lain-lain," ujarnya.
Lebih jauh Bayu menjelaskan, komoditas yang paling cocok untuk ditanam di Merauke adalah tebu dan padi, selebihnya kedelai dan jagung bisa ditanam pada musim kering. Potensi lahan yang bisa disediakan oleh Merauke bisa mencapai minimal 1,2 juta hektar dalam waktu panjang, sedangkan saat ini sudah ada 500.000 hektar yang sudah siap ditanami. [mre/cms]