INILAH.COM, Jakarta Saham PT Bumi Resources (BUMI), Kamis (4/4) diprediksi melanjutkan penguatan seiring meningkatnya volume transaksi dan positifnya sentimen pasar. Trading buy BUMI! Aji Martono,
technical analyst PT Indomitra Securities mengatakan potensi penguatan saham
BUMI hari ini salah satunya didorong faktor teknis. Karena itu, pergerakannya pun akan berada dalam kisaran
trading.
Namun, pada perdagangan kemarin volume transaksi saham sejuta umat ini sudah meningkat. Artinya, animo untuk membeli saham ini sudah mulai terlihat karena valuasinya yang menarik dan atraktif.
BUMI akan mengarah ke level
resistance Rp2.675-2875 dan Rp2.475 sebagai level
support-nya, katanya kepada
INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (3/2) malam.
Pada perdagangan kemarin, saham BUMI ditutup menguat Rp100 (4%) menjadi Rp2.600 dibandingkan sebelumnya di level Rp2.500. Harga tertingginya mencapai Rp2.625 dan terendah Rp2.525. Volume transaksi mencapai 235,9 juta unit saham senilai Rp608,7 miliar dan frekuensi 6.271 kali.
Lebih jauh Aji mengatakan, jika level
resistance pertama berhasil ditembus, BUMI bisa mengarah ke level
resistance berikutnya Rp2.875. Ia menegaskan pergerakan BUMI saat ini benar-benar faktor teknikal.
Pada level
support 2.475 memang merupakan batas di mana pelaku pasar harus mengambil posisi beli untuk investasi jangka pendek. Inilah merupakan indikator bahwa secara teknikal lebih berpengaruh pada BUMI, ucapnya.
Di luar faktor teknikal, sangat kecil pengaruhnya terhadap BUMI. Sebab, pasar saat ini menggunakan pola-pola transaksi jangka pendek. Jika hari ini level
resistance Rp2.675 cukup kuat dan di level Rp2.700 masih dibeli investor, menandakan
bargaining position atas BUMI juga semakin meningkat. Keberanian investor semakin bertambah, tuturnya.
Potensi penguatan teknikal saham BUMI juga didukung peluang positifnya sentimen market. Hal ini dimotori indeks Dow Jones yang akan diikuti bursa regional. Indeks domestik sendiri sudah berhasil kembali tembus level 2.600. Tapi, indeks belum menembus titik
resistance di 2.610, imbuhnya.
Karena itu, untuk pergerakan lebih lanjut, indeks harus tembus dulu level
resistance itu. Tapi, karena indeks regional hari ini berpeluang positif sepeti kemarin, dukungan terhadap indeks domestik sangat positif. Karena itu,
resistance indeks 2.610 sangat mungkin dan mudah ditembus di perdagangan hari ini, tambahnya.
Kenaikan saham batubara
thermal ini juga mendapat dukungan dari penguatan harga komoditas, terutama minyak mentah dunia. Emas hitam ini kembali menguat ke level US$77,79 per barel

. Otomatis akan menjadi sentimen positif bagi BUMI, paparnya.
Di sisi lain, investor asing saat ini sudah kembali dalam posisi beli di saham BUMI. Namun, dari sisi aksi korporasi belum ada hal-hal baru yang akan berpengaruh pada pergerakannya. Semua aksi korporasi sudah terfaktorkan di pasar.
Di antara aksi korporasi itu adalah rencana ber-
partner dengan
China Investment Corporation (CIC). Selain itu, terkait juga dengan PT Kaltim Prima Coal (KPC) yang sudah menyelesaikan persolan pajaknya. Itu memang sebagai
insentive point bagi pergerakan saham BUMI, ungkapnya.
Namun Aji menegaskan untuk saat ini invetor tetap melakukan pola-pola permainan jangka pendek. Pergerakan BUMI sekarang masih mungkin dalam
range trading. Artinya, kalaupun turun, BUMI sangat susah untuk bergerak di bawah Rp2.475.
Tapi, kalau naik harus memecahkan dulu level
resistance di Rp2.675 apakah bisa bertahan atau justru dilanda
profit taking, timpalnya. Untuk itu, Aji merekomendasikan
trading buy untuk BUMI. Sebab, pelaku pasar saat ini melakukan pola transaksi jangka pendek.
Jika
resistance ternyata kurang kuat, lebih baik jual. Sebaliknya, jika
resistance-nya cukup kuat, lebih baik
hold sehingga bisa menambah
gain di saham BUMI, pungkasnya. [mdr]