inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Presiden Salah Kaprah Tanggapi Kerbau

Headline
Ray Rangkuti - Inilah.com
Oleh: Santi Andriani
Kamis, 4 Februari 2010 | 07:01 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Aksi Pengunjukrasa yang membawa kerbau ditanggapi Presiden SBY yang menyayangkan tak memiliki etika. Ditanggapinya soal sepele tersebut membuat SBY dinilai salah kaprah.

"Seharusnya kekesalan dia soal kerbau kan disampaikan saja di Cikeas, itu wajar. Tapi ini disampaikan di sidang kabinet, seolah-olah ada organisasi kerbau, kerbau sepertinya sekarang dianggap jadi opisisi pemerintah," tutur Direktur eksekutif LIMA Ray Rangkuti kepada INILAH.COM di Jakarta, Kamis (4/2).

Karena kerap menanggapi hal yang sepele, lanjut dia, tidak mengherankan jika SBY dicap presiden sebagai tercengeng sepanjang sejarah Indonesia. Cap itu, lanjut mantan Sekjen KIPP ini, pantas diberikan kepada SBY.

Karena, menurutnya, bukan sekali ini saja SBY sibuk meluangkan waktu dan tenaga untuk menyampaikan pidato yang kebanyakan menanggapi hal-hal yang sifatnya pribadi dan tidak perlu.

Ray mebeberkan pun beberapa contoh. Yakni, soal kegelisahan SBY yang mengaku menjadi sasaran tembak teroris, dan soal kekhawatiran adanya pihak tertentu yang ingin mengagalkan pelantikan dirinya sebagai Presiden 2009-2014.

Kemudian, soal isu pemecatan Menkeu Sri Mulyani, dan yang lainnya. Termasuk yang terakhir adalah soal kerbau yang dibawa pendemo pada 28 Januari yang diibaratkan sebagai dirinya.

"Tapi yang terjadi kan sebaliknya, sekarang ditanggapi malah masyarakat semakin berani mengungkapkan pendapatnya. Makanya tadi pagi (kemarin) kerbau itu dibawa lagi ke Bunderan HI," tandas Ray. [jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
1 Komentar
Gunardi Yudha @ Kamis, 4 Februari 2010 | 10:19 WIB
Betul ya Dik Ray Rangkuti, mengapa presiden kita salah kaprah menanggapi Kerbau. Biarlah dik, itu kan haknya, kan demokrasi juga, masa beliau itu tidak boleh ngomong kerbau, kan yang berbaris dijalanan iring2an dengan kerbau saudaranya kerbau. Salah kaprah juga ya? harusnya di sawah berproduksi, malah demo ha ha ha pade terbalik di dunia panggung sandiwara ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.