INILAH.COM, New York - Harga minyak terus menguat pada perdagangan Rabu (3/2), kendati suplai minyak meningkat pekan lalu.
Konsumsi petroluem AS telah menurun sejak 2007, dan pemerintah melaporkan bahwa setiap pekan dalam sebulan terakhir penggunaan bahan tersebut di negaranya semakin berkurang.
Harga acuan minyak untuk kontrak Maret naik 22 sen ke US$77,45 per barel pada New York Mercantile Exchange. Sementara di London, harga Brent naik 59 sen US$76,65 pada ICE Futures.
Para analis mengatakan, harga minyak menguat karena ekspektasi peningkatan permintaan minyak dunia. Selama beberapa bulan terakhir, para investor memprediksikan bahwa Cina dan negara berkembang lainnya akan membutuhkan bahan bakar dalam jumlah besar tahun ini.
Sedangkan gasolin naik nyaris 2%, usai pemerintah mengumumkan suplai nasional AS untuk gasolin menurun. Energy Information Administration (EIA) melaporkan bahwa cadangan gasolin turun 1,3 juta barel pekan lalu. Suplai menurun sehubungan dengan berkurangnya aktivitas pengilang di AS.
EIA melaporkan bahwa, kilang minyak beroperasi pada level terendahnya, berbeda dengan beberapa pekan lalu di 2008 dan saat badai menghentikan aktivitas di Teluk Mexico pada 2005. Berkurangnya aktivitas kilang minyak di AS sehubungan dengan menguatnya harga minyak, sehingga menekan laba margin lebih berat.
Pada perdagangan Nymex untuk kontrak Maret, minyak cair naik kurang dari 1 penny ke US$2,03 per galon, gasolin naik 3,74 sen ke US$2,05 per galon, dan gas alam naik 2,2 sen ke US$5,47 per 1.000 kaki kubik. [mre]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !