INILAH.COM, Jakarta - Presiden bakal menerbitkan instruksi presiden (Impres) demi securitisasi suplai energi untuk PT PLN (Persero). Adapun point mendasar dari impres adalah kontrak ekspor gas yang masa kontraknya berakhir 2010 atau 2011 harus diutamakan ke domestik.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Darwin Zahedy Saleh mengatakan, adapun kontrak gas yang bakal segera habis masa kontraknya adalah kontrak ekspor LNG Bontang ke western buyer asal Jepang.
Ketika ditanya, apakah dengan dikeluarkannya Impres tersebut maka kontrak ekspor LNG bontang ke Jepang akan diberhentikan, mengingat saat ini Indonesia dan Jepang masih membicarakan perpanjangan kontra ekspor.
Darwin menjelaskan, pihaknya tidak mau bicara begitu, apalagi impresnya saja belum terbit. "Wacana soal Presiden menerbitkan impres baru muncul saat rapat per sektoral kemarin. Jadi, saat ini kita tidak bisa
putuskan apa-apa. Yang pasti lahirnya impres tersebut adalah demi keamanan suplai energi ke PLN," katanya. [san/cms]