INILAH.COM, New York - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menunjuk mantan Presiden AS Bill Clinton menjadi utusan untuk Haiti. Ia bertugas mengkoordinasi bantuan internasional di negara itu.
"Clinton akan mengorganisir prakarsa dan tawaran bantuan internasional yang mengalir masuk sejak gempa berkekuatan 7 SR menewaskan 200 ribu orang Haiti. Sejuta penduduk lainnya kehilangan terpaksa menjadi tunawisma," demikian pernyataan PBB, Kamis (4/2).
Tiga pekan setelah gempa, operasi pertolongan internasional yang dipimpin AS berjuang membantu korban selamat. PBB, yang kepala misinya di Haiti dan hampir 100 staf lagi tewas, awalnya upaya bantuan tak terorganisir tapi situasinya membaik setiap hari.
Setelah pertemuan dengan Sekjen PBB Ban Ki-moon, yang memintanya untuk memikul tugas baru itu, Clinton menyatakan senang menerima peran meluas dalam upaya pemulihan itu. "Saya akan mempelajarinya, seperti bencana tsunami 2004 di Asia," kata suami Menlu AS itu.
Bekas presiden itu juga akan mengkoordinasi pekerjaan badan-badan PBB, donor pemerintah, investor swasta dan LSM. Beberapa diplomat menyatakan Clinton merupakan orang yang tepat. Sebab ia dapat menggabungkan otoritas PBB dengan pengalaman dan hubungannya dengan pemerintah AS.
PBB, yang memiliki lebih dari 12.600 tentara di Haiti, telah mengawasi bantuan darurat tersebut berkoordinasi dengan militer AS, yang sudah memobilisasi lebih dari 10.000 personil untuk membantu negara itu. [*/vin]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !