INILAH.COM, Jakarta - Sejalan denganmelemahnya kegiatan ekspor-impor, kredit valas pada 2009 mengalami kontraksi sebesar 17,4 %. Sementara kredit rupiah justru tumbuh 16,5%.
"Secara keseluruhan pertumbuhan kredit pada 2009 sebesar 10%, dengan kredit rupiah tumbuh 16,5%, sedangkan kredit valas mengalami kontraksi sebesar 17,4 persen," ujar Kepala Biro, Direktorat Perencanaan Strategis dan Hubungan Masyarakat, Difi A Johansyah, dalam siaran persnya seperti yang dikutip INILAH.COM, Kamis (4/1).
Sementara itu, kata dia, disisi mikro, industri perbankan menunjukan perkembangan yang stabil sebagaimana tercermin pada tingginya rasio kecukupan modal sebesar 17,4% pada Desember 2009 dan terjaganya rasio kredit bermasalah (NPL) gross di bawah 5 %.
"Selanjutnya Bank Indonesia akan memantau dan mengupayakan agar efesiensi perbankan terus dapat dioptimalkan," kata dia.
Lebih jauh ia mengatakan, pertumbuhan kredit pada tahun ini diharapakan dapat mencapai 17-20 %. "Hal ini sejalan dengan meningkatnya keyakinan pelaku ekonomi terhadap prospek perekonomian," ucapnya. [san/cms]