INILAH.COM, Jakarta - Untuk memenuhi target pembiayaan dalam APBN 2010, pemerintah akan kembali melelang 4 seri surat utang negara dengan nilai indikatif Rp4 triliun.
"Surat Utang Negara yang dilelang mempunyai nominal per unit sebesar Rp 1 juta," ungkap Dirjen Pengelolaan Utang Departemen Keuangan Rahmat Waluyanto, dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (4/2).
Empat seri utang yang dilelang tersebut adalah SPN 20110210 (reopening) dengan pembayaran bunga secara diskonto dan jatuh tempo pada tanggal 10 Februari 2011.
Seri FR0031 (reopening) dengan tingkat bunga tetap (fixed rate) sebesar 11,00% dan jatuh tempo tanggal 15 November 2020. Pembayaran kupon dilakukan setiap 15 Mei dan 15 November. Seri FR0040 (reopening) dengan tingkat bunga tetap (fixed rate) sebesar 11% dan jatuh tempo 15 September 2025. Pembayaran kupon dilakukan setiap 15 Maret dan 15 Sepetember. Dan seri FR0052 (reopening) dengan tingkat suku bunga tetap (fixed rate) sebesar 10,5% dan jatuh tempo 15 Agustus 2030, dengan waktu pembayaran kupon dilakukan setiap 15 Februari dan 15 Agustus.
Penjualan SUN tersebut akan dilaksanakan dengan menggunakan sistem pelelangan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia. Lelang bersifat terbuka (open auction), menggunakan metode harga beragam (multiple price). "Pemenang lelang yang mengajukan penawaran pembelian kompetitif (competitive bids) akan membayar sesuai dengan yield yang diajukan," ungkapnya.
Kemudian untuk pemenang lelang yang mengajukan penawaran pembelian non-kompetitif (non- competitive bids) akan membayar sesuai dengan dengan yield rata-rata tertimbang (weighted average yield) dari penawaran pembelian kompetitif yang dinyatakan menang. Peserta Lelang juga dapat mengajukan penawaran pembelian kompetitif dan non-kompetitif. [mre/hid]
-