INILAH.COM, Jakarta - Empat dari tujuh saham yang bernaung di bawah Bakrie Group mendapat rekomendasi trading buy. Selebihnya, direkomendasikan beli dan wait and see. Aji Martono,
technical analyst PT Indomitra Securities memberikan panduan bermain saham-saham di bawah payung holding Bakrie Group atau yang biasa disebut
The Seven Brothers. Menurutnya, secara keseluruhan saham-saham The Seven Brothers saat ini lebih didominasi posisi jual dari pada posisi beli.
Namun, secara teknikal untuk saham PT Bakrie and Brothers (
BNBR) yang sekarang begerak dalam kisaran
support Rp84 dan
resistance Rp92 cukup menarik bagi investor. Sebab, penurunan saham ini tinggal sebentar lagi.
Setelah itu, saham induk Grup Bakrie ini akan naik dan pelaku pasar bisa menggunakan pola-pola jangka pendek, katanya kepada
INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (4/2).
Karena itu, penguatan berikutnya bisa berlanjut dan investor bisa mendapatkan gain. Apalagi, jika saham PT Bumi Resources (
BUMI) menguat, BNBR berpeluang ditutup di level Rp90-an. Saya sarankan
trading buy baik untuk BUMI maupun BNBR, ujarnya.
Startegi
trading buy juga berlaku bagi saham PT Barieland Development (
ELTY) yang saat ini masih susah bergerak. Sebab, saham di sektor properti yang lain sudah mengalami kenaikan signifikan. Sementara ELTY tidak mengalami kenaikan. Kalaupun naik tidak signifikan, paparnya.
Aji melihat ELTY akan bergerak pada kisaran
support Rp245 dan
resistance Rp2.95. Menurutnya, dengan sentimen yang terjadi di saham-saham sektor properti, sebenarnya penguatan bisa terjadi juga di saham ELTY. Artinya, jika sentimen market positif, ELTY lebih berpeluang ke area positif ketimbang negatifnya.
Begitu juga dengan saham PT Darma Henwa (
DEWA). Saham ini direkomendasikan
trading buy karena akan bergerak pada
range trading dengan level
support Rp120 dan Rp127 sebagai level
resistance-nya. Range ini masih akan berlanjut di perdagangan hari ini, imbuhnya.
Sedangkan saham PT Bakrie Telecom (
BTEL), yang memiliki
performace paling bagus di 2009, direkomendasikan beli. Pasalnya, harga saham ini akan tetap dijaga di atas Rp140-an. Apalagi, untuk
midlle and long term sebaiknya investor mengambil posisi beli, timpalnya.
Menurut Aji, saham BTEL lebih berpeluang lepas landas ke level Rp200 tahun ini dibandingkan berada di bawah level
support Rp140. Untuk hari ini, BTEL akan bergerak pada kisaran
support Rp141 dan
resistance Rp159, ungkapnya.
Rekomendasi beli juga berlaku bagi saham PT Energi Mega Persada (
ENRG). Sebab, emiten ini sekarang sedang menyelesaikan hajatannya yaitu
rights issue. Masa penawarannya sudah mendekati batas-batas akhirnya pekan depan. Saham ini memiliki
bargaining dengan acuan posisi yang harganya masih murah dibandingkan harga
rights issue-nya, tuturnya.
Aji menambahkan, investor akan lebih banyak membeli sahamnya daripada yang menebus
rights issue-nya. Itulah yang kemungkinan terjadi di saham ENRG. Karena itu, untuk investor jangka menengah panjang sebaiknya membeli saham ini.
Ia menegaskan harga ENRG masih murah dibandingkan level harga
rights issue-nya di level Rp185 dengan mendapatkan peminis berupa waran. Karena itu, lebih baik
buy position untuk ENRG, timpalnya.
Sementara itu, saham PT Bakrie Sumatera Plantation (
UNSP), pasar direkomendasikan
wait and see. Sebab, UNSP sudah mendapatkan persetujuan dari Bapepam LK, untuk melakukan
rights issue di level Rp525. Ini yang direspon negatif investor mengapa harus
rights issue terus, ucapnya.
Menurut Aji, respon atas
rights issue itu terjadi dalam bentuk penjualan saham dengan volume yang cukup besar. Karena itu, untuk UNSP pasar harus mengambil
hold position. Karena harganya saat ini masih di atas harga
rights issue, tukasnya.
Apabila jika
rights issue sudah diumumkan secara resmi, saham tersebut sangat mungkin mengalami penurunan kembali. Karena itu, pasar lebih baik
wait and see untuk saham UNSP dengan kondisi
rights issue di level Rp525, pungkasnya.
Pada perdagangan Kamis (4/2), pukul 14.00 saham BNBR ditransaksikan stagnan di level Rp86; saham DEWA turun Rp1 (0,81%) ke level Rp122; saham BUMI turun Rp50 (1,92%) menjadi Rp2.550; begitu juga dengan ELTY yang turun Rp5 (1,95%) menjadi Rp255.
Hal serupa terjadi pada saham BTEL yang terkoreksi Rp2 (1,35%) menjadi Rp146; Sementara itu, saham ENRG justru menguat Rp1 (0,57%) ke level Rp175 dan saham UNSP ditransaksikan stagnan di level Rp560. [mdr]