Senin, 28 Mei 2012 | 22:17 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Bachtiar Chamsyah Pemantik Pecah Kongsi SBY?
Headline
Bachtiar Chamsyah - Inilah.com
Oleh: R Ferdian Andi R
web - Kamis, 4 Februari 2010 | 20:45 WIB
INILAH.COM, Jakarta Penetapan tersangka mantan Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah (BC) yang juga Ketua Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) PPP berdampak kronik terkait posisi PPP dalam koalisi SBY-Boediono, maupun terkait politik internal PPP. Bachtiar Chamsyah seperti menjadi pemantik retaknya koalisi dan pembuka luka lama?

Posisi yang disandang tersangka oleh Bachtiar Chamsyah ternyata tidak hanya berdampak hukum semata. Seperti yang dilakukan Persaudaran Muslimin Indonesia (Parmusi) unsur PPP yang menilai terdapat unsur politis dalam penetapan Bachtiar Chamsyah.
"Kalau terbukti ada politisasi, saya usulkan Parmusi untuk menyarankan ke PPP untuk menarik diri dari koalisi, ujar Ketua PP Parmusi Lukman Hakim.
Sebagaimana diketahui, Bachtiar Chamsyah merupakan politisi PPP yang berasal dari unsur Parmusi.
Sementara menurut anggota Komisi III DPR Ahmad Yani menegaskan, sebenarnya saat menjabat Mensos, Bachtiar Chamsyah telah menceritakan masalah impor dalam kesempatan rapat kabinet, agar kasus ini diusut tuntas. Anehnya waktu itu tidak mendapat respon. Saksi yang bisa dikonfirmasi Adyaksa Dault, ujarnya ditemui di gedung DPR, Jakarta, Kamis (4/2).
Lebih lanjut Ahmad Yani menegaskan, penetapan Bachtiar Chamsyah sebagai tersangka memberi pesan untuk mengintimidasi partai politik tidak hanya PPP, tetapi partai politik lainnya.
"Saya kira penetapan Bachtiar Chamsyah sebagai tersangka memberi pesan tidak hanya kepada PPP, namun kepada partai politik lainnya, ujarnya.
Menurut dia, pesan yang dimaksud tak lain upaya intimidasi ke partai politik.
Namun terpisah, Wakil Ketua Umum DPP PPP Chozin Chumaedy membantah spekulasi yang berkembang terkait penetapan Bachtiar Chamsyah terkait dengan politik baik koalisi maupun internal PPP. Tidak ada urusan dengan politik. Kasus ini murni kasus Departemen Sosial, ujarnya ditemui INILAH.COM di gedung PBNU, Jakarta, usai peluncuran buku Pemikiran dan Sikap Politik Gus Dur, Kamis (4/2).
Lebih lanjut Chozin menegaskan, kasus Bachtiar Chamsyah juga tidak terkait perseteruan antara Bachtiar Chamsyah dengan Suryadharma Ali yang dalam Pemilu 2009 lalu mencuat ke publik. "Tidak ada kaitannya kasus ini dengan perseteruan di internal PPP, tegasnya. Chozin menegaskan DPP PPP akan melakukan bantuan hukum terkait kasus yang menimpa Bachtiar Chamsyah.
Terkait koalisi SBY-Boediono dan posisi politik PPP di Pansus Hak Angket bank Century, Chozin menegaskan dalam pansus pihaknya menginginkan kasus ini tuntas dan hal tersebut keputusan Mukernas. Kalau terkait dengan hukum dalam kasus Bank Century kami berharap KPK untuk menyelesaikan, tidak pandang bulu, siapapun orangnya, tegasnya.
Menyoal desakan evaluasi kabinet yang disuarakan oleh Partai Demokrat, Chozin menegaskan itu hak Partai Demokrat. Hanya saja, menurut mantan anggota DPR ini, soal evaluasi koalisi harus dibicarakan bersama-sama antarpartai koalisi. Saya berharap kita peserta koalisi saling introspeksi diri, agar koalisi solid, cetusnya.
Penetapan Bachtiar Chamsyah sebagai tersangka memang menimbulkan rumor yang tak ssedap. Mulai terkait persoalan politik koalisi SBY-Boediono, hingga persoalan internal PPP. Seperti diungkapkan anggota F-PPP DPR yang enggan disebutkan namanya, menyebutkan, penetapan tersangka Bachtiar Chamsyah tak lebih dari persoalan laten antara Bachtiar Chamsyah dengan Suryadharma Ali. Itu kan tidak terlepas dari perseteruan Suryadharma Ali dan Bachtiar Chamsyah. Nah, saat ini Pak Surya kan menjadi menteri KIB II, cetusnya. [mor]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.