inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Golkar: KPK Jangan Jadi Alat Pemuas Kekuasaan

Headline
Istimewa
Oleh: Mevi Linawati
Kamis, 4 Februari 2010 | 21:45 WIB
INILAH.COM, Jakarta - KPK diminta jangan menjadi alat pemuas bagi rezim yang sedang berkuasa untuk meraih kekuasaan.

"Jangan jadikan KPK sebagai alat pemuas atau kekuasaan rezim berkuasa," ujar Anggota Pansus Hak Angket Bank Century Agun Gunanjar saat rapat konsultasi Pansus Century dengan KPK di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (4/2).

Menurut Agun, dirinya juga siap dipenjarakan karena pernyataannya tersebut. Pasalnya ada kekhawatiran dari masyarakat kalau KPK dijadikan alat politik dalam meraih kekuasaan.

"Jangan terjadi praktek penegakan hukum dimasa lalu hukum dijadikan instrumen politik. Kami khawatir ada pressure dalam pemberantasan korupsi," kata dia.

Selain itu ada juga jangan- jangan ada juga tekanan kepada KPK. "Dalam bertugas ada proses lidik sidik yang hasilnya sangat dibutuhkan rakyat," kata dia.

Menanggapi pernyataan Agun tersebut, Wakil ketua KPK Chandra M Hamzah menyatakan bahwa sepanjang alat bukti ada, KPK mengaku tidak akan mundur dari kasus yang disedang dikerjakannya.

"Ini yang kami pegang. Karena kalau penegakan sudah diintervnsi misalnya membelokkan alat bukti itu hukumannya sangat berat. Jadi harapan pak Agun juga harapan kami, Hukum ditegakkan sepanjang alat bukti ada kami tidak akan mundur," tegas Chandra. [mvi/mut]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
2 Komentar
ontel vs bmx @ Rabu, 10 Februari 2010 | 13:19 WIB
KPK jangan pula jadi alat pemuas Pansus Century
Christian @ Jumat, 5 Februari 2010 | 16:29 WIB
Pansus jangan nakut-nakuti KPK dong, biarkan KPK bekerja menurut ketentuan yang berlaku. Takut yah kepentingan poletiknya nggak ngegol.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.