Senin, 28 Mei 2012 | 09:00 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Gagal Menyuap, Ketua Panpel Arema Dihukum 20 Tahun
Headline
Hinca Panjaitan - Istimewa
Oleh: Haryanto Tri Wibowo
web - Kamis, 4 Februari 2010 | 19:15 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Ketua Komisi Disiplin PSSI, Hinca Panjaitan, membantah tuduhan pemerasan oleh ketua panitia pelaksana pertandingan Arema Indonesia melawan Persema Malang, 10 Januari lalu.

Arema dikenai denda Rp 50 juta dan satu kali larangan bermain tanpa penonton setelah penonton pada pertandingan tersebut meluber hingga ke pinggir lapangan dan melakukan kerusuhan yang menyebabkan ambruknya gerbang masuk penonton ke stadion.

Sebelumnya, melalui radio RBCfm.net Abdul mengaku dimintai 10 persen dari hasil penjualan tiket satu kali pertandingan, dimana rata-rata menghasilkan pemasukan sekitar satu miliar rupiah, agar sanksi bisa diringankan. Namun kemudian Abdul mengaku jika pernyataannya tersebut hanya sekedar selorohan.

Abdul juga menambahkan, keputusan satu kali larangan bermain diputuskan Komdis di luar sidang karena permintaan tersebut tidak dikabulkan.

Namun Hinca membantah. Sebaliknya menurut Hinca, malam sebelum digelar sidang Komisi Disiplin pada tanggal 21 Januari itu Abdul justru menghubungi dirinya dan mengajukan tawaran.

Tawarannya 10 persen dari jumlah pemasukan tiket, yang rata-rata 1 miliar agar sanksi bisa dikondisikan, Hinca melanjutkan.

Saat Abdul memasuki ruang sidang, lanjut Hinca Saya sengaja keluar dari ruang sidang agar bisa dilihat bahwa saya tidak mempengaruhi keputusan tim komdis lainnya.

Hinca juga menegaskan bahwa keputusan sidang, yang menangani berbagai macam kasus dari beberapa klub itu, langsung diumumkan setelah usai. Usai sidang, keputusan langsung diumumkan kepada wartawan dan disampaikan kepada masing-masing klub melalui fax, demikian terang Hinca.

Akibat percobaan penyuapan, Komisi Disiplin menjatuhkan larangan 20 tahun beraktivitas di dunia sepak bola kepada Abdul Haris.[boy]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
1 Komentar
WAWAN
Jumat, 5 Februari 2010 | 00:34 WIB
saya heran mengapa meluber dan tidak buat kerusuhan diberi sanksi padahal uang tiket itu buat menjalankan club ap komdis itu mau bayarin club selama ini buat denda gde2 trus dendanya lari kemana?? gak di suap aja kykny dah banyak korupsinya tcuih buat HP
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.