INILAH.COM, Tokyo - Toyota mengungkapkan, Kamis (4/2), telah menyiapkan dana US$ 2 milyar atau sekitar Rp 19,2 trilyun untuk mengganti dan memperbaiki komponen sebagai dampak penarikan kembali (recall) terbesar sepanjang sejarah industri otomotif dunia.
Pedal gas menjadi perhatian utama Toyota yang membuat sejumlah model mobil Toyota sempat dihentikan produksinya. Meski harus me-recall total delapan juta unit mobil, Toyota sukses meraih pendapatan 80 milyar yen pada tahun fiskal 2009 setelah meraih keuntungan 153,2 milyar yen periode Oktober-Desember.
Namun, biaya recall dan kerugian Toyota akan memangkas keuntungan 180 milyar yen untuk tahun fiskal 2010 yang berakhir di bulan Maret 2010. Sayangnya, Toyota kembali mencatat rapor merah, Kamis (4/2), setelah mengumumkan adanya masalah pada desain sistem pengereman di mobil hybrid Prius generasi terakhir.
Lembaga keselamatan transportasi Amerika Serikat (AS) melaporkan adanya 100 komplein mengenai sistem pengereman Prius dan 77 komplein di Jepang. [Tom]