INILAH.COM, Jakarta Menjelang keluarnya laporan keuangan medio Februari, saham PT Bumi Resources (BUMI), Jumat (5/2) diprediksikan menguat. Strong buy dengan target Rp3.250 bulan ini! Pengamat pasar modal, Willy Sanjaya mengatakan, potensi penguatan saham
BUMI hari ini seiring akan dirilisnya laporan keuangan perseroan pada pertengahan Februari ini. Menurutnya, sebagaimana PT Adaro Energy (
ADRO), laporan BUMI pun akan positif.
Penguatan BUMI juga, lanjutnya ditopang hari jadi PT Bakrie and Brothers (
BNBR) pada 10 Februari 2010 yang selalu memberikan kejutan. Karena itu,
BUMI akan mengarah ke level
resistance Rp2.675 dan Rp2.500 sebagai level
support-nya, katanya kepada
INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (4/2) petang.
Pada perdagangan kemarin, saham BUMI ditutup melemah Rp25 (0,96%) menjadi Rp2.575 dibandingkan sebelumnya di level Rp2.600. Harga tertingginya mencapai Rp2.625 dan terendahnya Rp2.525. Sedangkan volume transaksi mencapai 143,8 juta unit saham senilai Rp371,6 miliar dan frekuensi 3.729 kali.
Lebih jauh Willy mengatakan, dari sisi sentimen market hari ini masih ada peluang untuk cenderung positif. Hal ini dipicu keputusan BI mempertahankan BI rate di level 6,5%. Sehingga memicu ekspektasi perusahaan-perusahaan publik melakukan ekspansi dan berdampak positif bagi indeks. Apalagi, jika bursa regional mendukung, imbuhnya.
Pada saat yang sama, saham sejuta umat ini juga mendapat peluang dari faktor hari Jumat yang biasanya diwarnai pergerakan istimewa di saham-saham The Seven Brothers. Menurutnya, para
hedge fund kemungkinan melakukan aksi beli justru pada saat orang melakukan
profit taking akhir pekan.
Karena itu, akhir pekan selalu terjadi kenaikan tinggi maupun pelemahan tajam. Di sisi lain penguatan BUMI juga karena ada sentimen positif dari saham-saham di grupnya terutama PT Bakrie Telecom (
BTEL). Emiten ini laporan keuangannya diperkirakan positif, timpalnya.
Di sisi lain, secara teknikal saham BUMI berpeluang naik karena terdapat garis pertemuan antara pola penguatan dan
bottom-nya yang sangat kuat. Hal itu menandakan daya tahan turunnya sudah terbentuk. Karena itu, yang akan terjadi BUMI akan terdorong ke atas, imbuhnya.
Mengenai pengaruh saham BUMI yang menjadi aset jaminan (
underlying aset) waran di Bursa Malaysia, Willy tidak mempercayai berita itu. Diberitakan, saham sejuta umat ini menjadi jaminan
covered warrant yang diterbitkan OSK Investment Bank Berhard. Perusahaan itu menawarkan 75 juta waran berjenis
coverred warrant dengan
underlying asset saham BUMI.
Menurut Willy, berita ini tidak berasal dari manajemen BUMI. Willy justru melihat keganjilan dari berita ini. Sebab, bursa Malaysia bukanlah bursa terbuka dan keluar masuknya uang pun di negara itu sangat ketat.
Bagaimana bisa dicairkan di Malaysia. Di Indonesia sendiri mana pernah ada BUMI warrant, tukasnya. Terlepas dari faktor warrant, Willy merekomendasikan
strong buy untuk BUMI dengan target Rp3.250 di Februari ini. [mdr]