inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS
Diancam direshuffle di Kabinet

PKS Tak Sakit Hati dengan PD

Headline
Nasir Djamil - istimewa
Oleh: Dwifantya Aquina
Jumat, 5 Februari 2010 | 07:03 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengaku tak sakit hati dengan pernyataan Sekjen Partai Demokrat Amir Syamsuddin terkait desakan reshuffle kabinet kepada para menteri yang berasal dari partai berbasis Islam ini. Dalam dunia politik, PKS sadar tak boleh mengenal adanya sakit hati.

Demikian diutarakan anggota Komisi III DPR Fraksi PKS Nasir Djamil kepada INILAH.COM, di Jakarta, Jumat (5/2). "Kalau politisi engga boleh sakit hati, kalau sakit hati namanya bukan politisi dong, tapi peragawati," imbuhnya.

"Menurut saya, ini seperti ada salah paham di kalangan Partai Demokrat, barangkali juga ada komunikasi yang tidak sampai ke Amir. Pada saat pertemuan koalisi, tidak ada pembicaraan sampai kesitu," tambah Nasir.

Ia pun mengatakan selama beberapa kali pertemuan koalisi tersebut tak ada satu kalimat pun yang membahas mengenai reshuffle atau pergantian menteri dalam kabinet, apalagi menegur kinerja PKS dalam koalisi. Menanggapi hal tersebut, anggota PKS asal Nangroe Aceh Darusalam ini mengaku tak mau terpancing.

"Memang ini gayanya Pak Amir yang suka meledak-ledak, jadi kami paham dan tidak terpancing atau membalas. Tapi yang harus dilakukan sebenarnya adalah komunikasi intensif. Dalam MoU atau kontrak kesepakatan koalisi sendiri disepakati bahwa kalau Presiden SBY ingin mengganti menteri, maka harus diberitahu lebih dulu partainya, tdk
langsung diganti begitu," tutur alumnus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ar-Raniri Banda Aceh ini. [jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
1 Komentar
ontel vs bmx @ Rabu, 10 Februari 2010 | 13:21 WIB
Iya Menteri PKS di KIB II di Reshuffle Setelah Keputusan Akhir Pansus Century, Bukan Sekarang....
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.