inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS
PP 59/2007 Tidak Diamandemen

Pertamina Berpotensi Rugi Rp4 T

Headline
Inilah.com
Oleh: Makarius Paru
Jumat, 5 Februari 2010 | 08:12 WIB
INILAH.COM, Jakarta - PT Pertamina (Persero) berharap dukungan Komisi VII DPR serta pengertian pemerintah agar PP 69/2007 pasal 86 segera diamandemen. Jika tidak besaran dana hingga Rp4 triliun yang selama ini diinvest Pertamina bisa hilang begitu saja.

"Sejak 2008 yang lalu kami sudah menginvestasikan dana hingga Rp4 triliun lebih guna eksplorasi beberapa Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP). Jika permintaan amandemen PP 69/2007 pasal 86 tidak diindahkan, itu artinya sejumlah investasi pertamina selama ini akan sia-sia," kata President Direktur Pertamina Geothermal Energi (PGE) Abadi Poernomo kepada INILAH.COM, Jakarta, kemarin.

Katanya, adapun PP 69/2007 pasal 86, khusus mengatur jangka waktu penyerahan kembali sekitar 15 WKP yang diberikan pemerintah kepada pemerintah. Di mana disebutkan jika sampai Oktober 2010 Pertamina tidak berhasil melakukan eksplorasi dan eksploitasi pada 15 WKP tersebut maka dengan sendirinya sejumlah WKP dikembalikan ke pemerintah.

"Pengertian eksploitasi pada WKP tidak sama dengan istilah pada migas, eksploitasi pada WKP harus sampai pada pemasangan pipanya," kata Abadi.

Sebelumnya Direktur Utama Pertamina, Karen Agustiawan di depan komisi VII, meminta dukungan dewan agar PP tersebut segera diamandemen atau paling kurang memberikan deadline baru bagi Pertamina sampai 2011 mendatang.

Adapun total investasi Pertamina untuk kegiatan pengembangan panas bumi mulai tahun 2008 sebesar Rp0,81 triliun, 2009 sebesar Rp1,58 triliun dan rencana 2010 sebesar Rp2,50 triliun.

Sementara sampai saat ini Perseroan baru berhasil melakukan kegiatan eksplorasi pada 7 WKP itu pun belum sampai pada pemasangan pipanya. Adapun ketujuh WKP tersebut antara lain; WKP Kamojang dengan kemampuan produksi uap sebesar 12.61 juta ton, dan produksi listrik 1.669 GWh. WKP Lahendong produksi uap 2,67 juta ton, dan produksi listrik 365 GWh. WKP Sibayak dengan produksi uap 0,51 juta ton, produksi listrik 54 GWh.

WKP Salak kapasitas produksi uap 24,54 juta ton, produksi listrik 2.988 GWh WKP Darajat produksi uap 13,98 juta ton dan produksi listrik 2.131 GWh. WKP Wayang Windu produksi uap 12,99 juta ton, dan produksi listrik 1.876 GWh WKP Dieng produksi uap 0,78 juta ton, dan produksi listrik 93 GWh.

Selaras dengan rencana kebijakan pengembangan infrastruktur 10.000 MW tahap II, Pertamina menargetkan pengembangan tambahan kapasitas 1.070 MW di tahun 2014 meliputi ekspansi PLTP Kamojang dan Lahendong, Lumutbalai-Sumsel, Hululais Bengkulu, Sungaipenuh-Jambi, Kotamobagu Sulut, Kahara-Jabar, serta Iyang Argapuro-Jawa Timur.

Sedangkan pengembangan operasi KOB meliputi; Bedugul-Bali, Patuha-Jabar dan Sarulla Sumatera Utara.

Secara umum rencana pengembangan WKP Perseroan antara lain; Ulubelu unit 3&4 Kapasitas 2x55 MW, PGE sendiri, target selesai 2013. Lumut Balai unit 1&2 kapasitas 2x55MW, PGE, selesai 2013. Lumut Balai unit 3&4, kapasitas 2x55, PGE, selesai 2014.

Lahendong unit 4 kapasitas 1x20MW, pengembangan uap dilakukan PGE sendiri, sementara pembangunan PLTP dilakukan PT PLN (Persero), target selesai 2011. Lahendong unit 5&6, kapasitas 2x20MW, pengembang PGE, target selesai 2013. Kahara, kapasitas 1x30MW, pengembang PGE sendiri, target selesai 2012.

Ada juga WKP Hululais unit 1&2, kapasitas 2x55MW, pengembangan lapangan uap dilakukan PGE, pembangunan PLTP oleh PLN, target selesai 2013. Kotabubagu unit 1&2, kapasitas 2x20MW, pengembang lapangan uap selesai 2014. Kotamobagu unit 3&4, kapasitas 2x20MW, pengembang lapangan uap PGE, pembangun PLTP oleh PLN, target selesai 2015, dan terakhir WKP Sungai Penuh unit 1&2 dengan kapasitas 2x55MW, pengembang uap PGE dan Pembangun PLTP oleh PLN, target selesai 2013. [san/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.