inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Pertamina: Usulkan Harga Terendah Listrik Panas Bumi

Headline
Karen Agustiawan - inilah.com/Wirasatria
Oleh: Makarius Paru
Jumat, 5 Februari 2010 | 08:21 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Keberhasilan pemerintah menetapkan harga patokan tertinggi listrik panas bumi sebesar US$8,7 sen per kWh, ditakutkan malah menimbulkan rusaknya iklim investasi listrik PLTP.

Karenanya, selain menetapkan harga listrik tertinggi, pemerintah perlu menetapkan harga listrik terendah.

Direktur Utama Pertamina, Karen Agustiawan di Jakarta, kemarin menegaskan pemerintah cq Departemen ESDM perlu menetapkan harga patokan terendah harga listrik panas bumi.

"Dengan adanya harga patokan terendah dan tertinggi listrik panas bumi maka akan mendorong terciptanya iklim investasi dan percepatan proyek pengembangan pemanfaatan energi panas bumi," kata Karen di Jakarta, Kamis (4/2).

Sebelumnya Direktur Utama PLN (Persero) Dahlan Iskan menegaskan kalau harga patokan tertinggi listrik panas bumi adalah harga patokan tender. Nantinya menurut Dahlan, tidak menutupkemungkinan bahwa harga listrik panas bumi dibawah patokan tersebut.

Sementara kendala lain yang perlu segera diselesaikan demi pengembangan listrik panas bumi menurut Karen antara lain, koordinasi departemen ESDM dengan Kementerian lingkungan hidup, karena hampir 70% potensi panas bumi berada di hutan.

Selain itu Karen juga mengusulkan agar PPN, PPh, pajak dalam rangka impor (PDRI), iuran dan pajak lainnya yang berhubungan dengan kegiatan usaha panas bumi ditanggung pemerintah untuk eksisting WK dan tidak diberlakukan untuk WKP yang baru. [san/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.