inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

PDIP: Inilah Cara Demokrat Gembosi Pansus

Headline
Eva Kusuma Sundari - inilah.com/Wirasatria
Oleh: Raden Trimutia Hatta
Jumat, 5 Februari 2010 | 10:11 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Partai Demokrat mengumpulkan partai-partai koalisinya di Hotel Mulia, Kamis (4/2) malam. PDIP menilai pertemuan itu sebagai upaya semakin gencarnya Demokrat menggembosi Pansus Century.

"Itu merupakan bagian dari upaya menekan mitra koalisinya dalam Pansus. Dan bukan hanya itu, banyak upaya lain yang dilakukan (Partai Demokrat) untuk menggembosi Pansus," ujar anggota Pansus Century dari Fraksi PDIP, Eva Kusuma Sundari kepada INILAH.COM, Jakarta, Jumat (5/2).

Ia menilai, Partai Demokrat menggunakan standar ganda dalam mengusut skandal Bailout Century Rp 6,7 triliun itu. Di satu sisi Demokrat bilang ingin membuka kasus Century agar terang, namun di sisi lainnya, Demokrat menggembosi kinerja Pansus.

"Mulai dari menkan mitra koalisinya dengan melempar itu reshuffle kabinet, sampai upaya mengkriminalisasikan. Seperti kasus Bachtiar Chamsyah yang akhirnya PPP kini mulai menjauh dari oposisi. Bukan hanya itu, kasus Agus Chondro, Dudi Makmun Murod dan Ganjar juga mulai dibuka kembali, ada apa ini?" tutur Eva.

Sebelumnya, pantauan INILAH.COM, pertemuan berlangsung di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Kamis (4/2) malam. Tidak diketahui pertemuan dimulai pukul berapa. Namun pertemuan berakhir sekitar pukul 00.10 WIB. Terlihat keluar dari hotel tersebut, Ketua Fraksi Partai Demokrat Anas Urbaningrum dan Wakil Ketua Umum Ahmad Mubarok.

Pertemuan tersebut dihadiri para perwakilan parol koalisi yakni PKS, Partai Golkar, PAN, PPP dan PKB. Mubarok yang ditanya seputar pertemuan tersebut enggan menjelaskan secara panjang lebar. Ia hanya mengatakan, paprol koalisi melakukan pertemuan hanya ingin menyamakan persepsikan, sehingga tidak terjadi miss atau kesalahpahaman.

"Yang disamakan persepsinya dalam hal dalam hal pansus. Contohnya, ada yang sama tapi bahasanya beda. Intinya meskipun bahasanya beda, tapi seharusnya bisa dipahami dengan sesuatu yang sama," tutur Mubarok. [mut]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.