INILAH.COM, London - Belum tuntas skandal perselingkuhannya dengan Vanessa Perroncel, kapten chelsea dan timnas Inggris, John Terry, tersandung skandal penyalahgunaan fasilitas negara.
Sebagai kapten timnas Inggris, Terry mendapat harga diskon untuk satu ruangan VVIP dengan sudut pandang terbaik guna menyaksikan segala even yang diselenggarakan di stadion termegah di Inggris, Wembley, termasuk sepak bola, rugby, hingga konser papan atas.
Terry cukup membayar 80 ribu pound (Rp 1,2 miliar) pertahun dimana orang lain harus membayar Rp 1,8 miliar, dengan syarat tidak boleh disewakan kembali kepada orang lain. Namun harian Inggris Daily Mail mengaku mendapat tawaran menyewa ruangan tersebut.
Tawaran datang dari Anthony White, marketing manajer Sekolah Sepak Bola David Beckham, dimana salah satu tim manajemen Terry, Paul Nichols, menjadi pelatihnya.
Saya sudah menemukan caranya, dan karena ini adalah even istimewa, saya berikan tawaran istimewa, bagaimana dengan ruangan dengan kapasitas 12 orang di Wembley untuk Inggris melawan Mesir, 3 Maret nanti? demikian tawaran White kepada reporter Daily Mail yang kala itu menyamar sebagai seorang pengusaha.
Harganya sekitar Rp 60 juta, Anda bisa membayarnya melalui teman saya sehari sebelumnya. Untuk anggur dan makanan lainnya, Anda harus membayarnya sendiri saat itu juga. Saya juga bisa mengusahakan satu kostum dengan tanda tangan John Terry, Inggris atau Chelsea, bagaimana? White merinci tawarannya.
Belum diketahui apakah Terry terlibat langsung dalam penjualan ini. White sendiri mengatakan, ruangan tersebut adalah milik perusahaan manajemen yang menaungi sang kapten, bukan atas nama Terry sendiri.
Terry bergabung dengan Elite Management, yang dimiliki oleh Paul Nicholls dan Keith Cousins, pemilik klub divisi bawah, Rushden and Diamonds.
Anda tahu kehebohan mengenai dia kan? ujar White merujuk pada skandal seks Terry dengan Perroncel, yang masih menjadi kekasih mantan rekan timnya, Wayne Bridge, saat kejadian. Orang-orang yang membantunya mengatasi masalah itu lah yang memilikinya. Saya akan minta Paul menjaga Anda begitu saya mendapat izin darinya.
Terry, yang juga senang berjudi, telah dua kali berusaha memutuskan kontrak kepemilikannya terhadap ruangan tersebut. Menurut kabar, Terry juga tengah mengalami kesulitan keuangan. Dalam tujuh tahun, bek tengah itu telah empat kali menggadaikan rumah seharga Rp 40 miliar yang ia beli tahun 2003.
Skandal perselingkuhannya dengan Perroncel semakin memperburuk krisis finansial pribadinya karena sang istri, Toni Terry, menuntut cerai dan meminta separuh dari kekayaan Terry sebagai harta gono-gini.[boy]