INILAH.COM, London - Terkait tuduhan penyalahgunaan fasilitas dari Asosiasi Sepak Bola Inggris, John Terry melalui Phill Hall membantahnya. Tindakan tersebut dilakukan atas inisiatif pihak ketiga.
Sebelumnya Terry dituduh menyewakan ruangan VVIP dengan sudut pandang terbaik guna menyaksikan segala even yang diselenggarakan di stadion termegah di Inggris, Wembley, termasuk sepak bola, rugby, hingga konser papan atas.
Padahal menurut peraturan, ruangan yang disewanya hanya Rp 1,2 miliar per tahun itu, lebih murah 600 juta dari harga sebenarnya sebagai penghargaan bagi kapten timnas Inggris, tidak boleh disewakan kembali kepada orang lain.
Namun Daily Mail mengaku mendapat tawaran sewa seharga Rp 60 juta untuk pertandingan Inggris lawan Mesir, 3 Maret mendatang, melalui seseorang bernama Anthony White, teman seorang anggota tim manajemen Terry, Paul Nicholls.
Harganya sekitar Rp 60 juta, Anda bisa membayarnya melalui teman saya sehari sebelumnya. Untuk anggur dan makanan lainnya, Anda harus membayarnya sendiri saat itu juga. Saya juga bisa mengusahakan satu kostum dengan tanda tangan John Terry, Inggris atau Chelsea, bagaimana? White merinci tawarannya kepada reporter harian Inggris tersebut yang kala itu menyamar sebagai pengusaha.
Sementara itu, menurut juru bicara Terry, Phill Hall, White bertindak atas kehendaknya sendiri, tanpa melibatkan Terry. White mengatakan pemilik ruangan tersebut sebenarnya adalah Elite Manajement, yang dulu menangani Terry, bukan Terry sendiri.
Saya berbicara dengan Paul Nicholls, ruangan itu dikelola oleh perusahaan promosi Sports Marketing and Promotions, dimana dia adalah direktur tunggal. Saat Anthony White bertanya kepada Paul mengenai ruangan tersebut, Paul menjawab, maaf Anthony, kami tak diizinkan menjualnya, dan kami takkan melakukannya, terang Hall.
Hall mengatakan, sejak Agustus lalu, ruangan tersebut dimiliki oleh JGT Promotions, singkatan dari John George Terry. Dia tidak tahu siapa bertanggung jawab mengenai masalah ini.
Sementara itu, ketika diminta keterangannya, White membantah ia pernah menawarkan ruangan VVIP tersebut.
Saya tak pernah mengajukan penawaran. Saya hanya bilang saya bisa usahakan Anda mendapat jamuan dari perusahaan. Saya minta maaf jika ia salah menanggapinya, White berkilah.
Saya bilang, saya kenal seseorang dari perusahaan manajemen John dan saya tahu mereka memiliki ruangan itu. Itu milik perusahaan tersebut. Saya hanya kenal seseorang di sana dan saya berusaha memintakan izin, pungkasnya.[boy]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !