INILAH.COM, Jakarta - Dirjen Pengelolaan Utang Kementrian Keuangan, Rakhmat Waluyanto berencana untuk menerbitkan Samurai Bond pada semester I 2010.
"Within first semesterlah," ujar Rakhmat Waluyanto tadi malam.
Instrumen utang berdenominasi yen tersebut, saat masih dalam proses penentuan underwriter. "April kali ya," ujar Rahmat ketika dikonfirmasi kapan tenggat penentuan underwriter-nya.
Namun sayangnya, Rahmat enggan menjelaskan siapa calon underwriter yang telah masuk daftar seleksi. Sebelumnya, Menko Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan, nilai obligasi berdenominasi yen tersebut berkisar US$750 juta-1 miliar.
Pada semester kedua tahun lalu, pemerintah telah menerbitkan Samurai Bond senilai US$360 juta dari jatah pinjaman siaga yang dialokasikan pemerintah Jepang Jaman siaga ini diberikan Jepang kepada Indonesia untuk menghadapi krisis global yang terjadi dua tahun lalu.
Sementara untuk penerbitan sukuk global, Rahmat mengatakan, akan dilakukan usai penerbitan Samurai Bond. "Mungkin setelah Samurai Bond," ujarnya. Namun nilainya masih dalam pertimbangan, dengan melihat potensi penyerapan di pasar. "Lihat potensi marketnya ya," ujarnya. [mre]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !