INILAH.COM, Jakarta - PT Central Proteinaprima Tbk (CPRO) mengakui, tidak ada penruunan permintaan udang pada waktu krisis keuangan global kemarin.
"Permintaan udang tetap stabil, namun persediaan dari produksi terbatas dan hampir semua produsen udang dunia terkena virus IMNV," kata Sekretaris Perusahaan CP Prima Albert Sebastian kepada bursa hari ini.
Menurutnya, adapun produsen udang yang terkena virus ini ada Brazil, Vietnam, dan Thailan, sehingga harga udang cenderung meningkat dari US$6,8 di 2008 menjadi US$7,4 di 2009. Selain itu, revitalisasi tmbak Aruna Wijaya Sakti akan dilakukan bertahap pada 2010 ini dengan mempertimbangkan kondisi keuangan perseroan.
Sebagian besar tambak udang CPRO tetap beroperasi, hanya sebangian di Centralpertiwi Bahari yang amsih dalam proses pemeliharaan dan perbaikan dalam rangka penanganan virus. Setelah virusnya dibersihkan, tentu saha tidak bisa langsung digunakan, tetapi harus melewati beberapa proses persiapan.
Menyoal adanya PHK, Albert mengakui, perseroan hanya tidak memperpanjang kotrak karyawan yang berstarus pekerja non-permanen. "Kalaupun ada PHK itu karena sukarela karyawan yang mengundurkan diri," tegasnya. [san/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !