inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

China tak Ladeni Tekanan EKonomi AS

Headline
Istimewa
Oleh: Vina Ramitha
Jumat, 5 Februari 2010 | 12:25 WIB
INILAH.COM, New York Amerika menuding China memanipulasi yuan dan meminta segera merevaluasi mata uangnya. Namun, Negeri Tirai Bambu itu gigih menolaknya.

"Tudingan yang salah dan tekanan takkan memecahkan isu ini. Berdasarkan keseimbangan pembayaran internasional, serta permintaan dan suplai pasar, yuan berada pada level yang masuk akal dan imbang," papar Jubir Deplu China Ma Zhaoxu, seperti dilansir CNBC, Jumat (5/2).

Komentar itu keluar setelah Presiden AS Barack Obama, dalam pernyataannya di hadapan senator Partai Demokrat, meminta China menghentikan manipulasi mata uang. Pasalnya, aksi China ini dapat mendorong harga produk AS membengkak, sementara produk China mengalami deflasi. "Apalagi hal itu dilakukan secara rekayasa," kata Obama.

Sejumlah ekonom setuju dengan pernyataan Obama, bahkan ada yang menilai, yuan saat ini berada di bawah nilai sebenarnya (undervalued) hingga 25-40%, dibandingkan dolar atau mata uang lainnya.

Devaluasi yuan dan dolar AS melebar sejak Juli 2005, ketika pemerintah China yang mendapat tekanan dari mantan Presiden George W Bush, memutuskan mengaitkan mata uang Yuan ke dolar AS. Selain float dalam jarak dekat ke dolar dan mata uang lainnya. Dalam periode itu, yuan sempat terapresiasi 21%.

Namun, sejak Juli 2008 hingga kini, mata uang itu berada pada nilai yang sama, dimana satu dolar selalu setara dengan 6,83 yuan.

Terkait masalah ini, pihak China menyarankan agar Amerika berusaha menjaga kestabilan nilai mata uang dolar AS. Negeri macan Asia yang memiliki cadangan devisa sebesar US2,4 triliun ini adalah negara yang paling banyak memegang kredit AS. [ast]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.