INILAH.COM, Beijing - Bursa Asia pada perdagangan Jumat anjlok karena utang Eropa dan naiknya jumlah pengangguran AS menambah ketakutan pemulihan ekonomi global ke resesi.
Bursa Tokyo, Hongkong dan Sydney anjlok 2,5% atau lebih setelah bursa Eropa pada Kamis kemarin mengungumkan utangnya dan bursa AS langsung melantai karena data pengangguran yang kembali naik pada minggu kemarin.
Harga minya pun kian mendekati US%73 per barel ditambah dengan adanya permintaan yang banyak semalam, selain itu dolar kembali menguat atas Euro terhitung sejak Mei.
Indeks Jepang Nikkei 225 kehilangan 2,6% atau 269,18 poin ke level 10.086,80, bursa China pun turun 1,8% atau 53,42 poin ke level 2.941,89. Bursa Hongkong pun turun 2,9% ke level 19.753,29.
Investor aklhirnya mengoleksi uang sebagai lambung asetnya sebagaimana saham bursa negara berkembang dan komiditas un dikhawatirkan akan adanya fiskal kesehatan dari Jerman, Spanyol dan Portugal dan kemampuan mereka untuk mengembalikan uang.
Di samping itu, indeks Korea Selatan pun turun 3,1% ke level 1.565,99 dan bursa Taiwan Taiex pun turun 4%. Harga minyak Asia untuk pengiriman Maret naik 29 sen ke US$73.35 per barel setelah adanya permintaan US$3.84 semalam.
Untuk perdagangan mata uang, dolar melemah ke 89.61 atas yen dari 88.90 yen, sedangkan Euro melemah ke US$1.3715 dari $1.3726. [san/cms]