INILAH.COM, Jakarta - Dirjen Pengelolaan Utang Kementrian Keuangan, Rahmat Waluyanto, mengungkapkan penutupan transaksi sukuk ritel akan dilakukan pada Jumat ini (5/2). Permintaan sukuk ritel telah mencapai Rp5,6 triliun.
Rahmat memaparkan, data permintaan sukuk ritel hingga Selasa lalu (2/2) telah mencapai Rp5,6 triliun. "Hari Selasa Rp5,6 triliun," ujarnya di Gedung DPR RI, Kamis (4/2) malam.
Kendati transaksi akan ditutup Jumat ini, pihaknya baru akan memutuskan berapa besar nilai yang akan diambil pemerintah terkait instrumen utang tersebut. "Kita belum putuskan. Hari Senin lah," ujarnya.
Menurutnya, penyerapan oleh pemerintah tergantung dari seberapa besar sukuk ritel berjangka waktu 3 tahun bisa dikelola. "Harus kita lihat risk financing-nya seperti apa. Size-nya tinggal nunggu menkeu.
Kita lihat saldonya di tempat Pak Heri (Dirjen Perbendaharaan). Kalau sudah terlalu gede kita gak ngambil gede," pungkasnya. [mre]