INILAH.COM, Jakarta - Perdagangan IHSG
akhirnya ditutup turun 74,24 poin (2,86%) menjadi 2.518,98 karena sentimen negatif gagal bayar dari eropa cukup menekanbursa regional dan global. Hal itu dikatkaan analis saham Sinarmas Alfiansyah kepada
INILAH.COM Jumat (5/2). "Penurunan ini karena kekhawatiran investor terhadap gagal bayar yang terjadi di eropa sehingga mempengaruhi bursa global dan juga bursa regional," katanya.
Kondisi ini tertepatan dengan akhir pekan sehingga investor lebih memilih melakukan aksi jual. Hal ini karena terpengaruh kekhawatiran banyak pihak setelah peruashaan di Eropa banyak yang terancam mengalami gagal bayar. Akhirnya menekan bursa global dan menyeret bursa regional serta IHSG.
Untuk volume perdagangan mencapai 4,1 miliar unit saham dengan nilai transaksi Rp3,8 miliar dengan 13 saham naik, 193 saham turun dan 38 saham stagnan. Indeks saham JII

turun 13 poin ke level 412, namun indeks saham LQ45

turun 16,6 poin ke level 488. Untuk sektor perkebunan turun 42 poin ke 1.818 dan sektor pertambangan turun 93 poin ke 2.168.
Wall Street anjlok pada perdagangan Kamis (4/2), dipicu oleh laju ekonomi yang lebih lamban dari ekspektasi para investor. Sedangkan harga bahan energi anjlok pada perdagangan Kamis (4/2), seiring pelemahan indeks dan data tenaga kerja.
Untuk saham yang mengalami kenaikan adalah Matahari Departement Store (
LPPF) naik Rp275 ke Rp2.900, Mitra Adiperkasa (
MAPI) naik Rp20 ke Rp720, Elang Mahkota Teknologi (
EMTK) naik Rp20 ke Rp560.
Sementara itu, saham-saham yang turun adalah Indo Tambangraya Megah (
ITMG) turun Rp1.950 ke Rp30.100, Goodyear (
GDYR) turun Rp1.450 ke Rp11.000, Astra International (
ASII) turun Rp1.000 ke Rp34.350, Gudang Garam (
GGRM) turun Rp370 ke Rp25.000, Tambang batubara Bukit Asam (
PTBA) turun Rp700 ke Rp16.150, United Tractors (
UNTR) turun Rp550 ke Rp15.950, Astra Agro Lestari (
AALI) turun Rp400 ke Rp23.450, [hid]