INILAH.COM, Bandung - Tiga BUMN Farmasi PT Kimia Farma, PT Indofarma Global Medika dan PT Rajawali Nusindo didorong melakukan sinergitas distribusi untuk meningkatkan pasar farmasi.
"BUMN distributor farmasi dapat menggunakan jaringan pemasaran yang dimiliki oleh BUMN lainnya sehingga pasarnya terus membesar. Selain itu sinergitas itu dapat meningkatkan penguasaan pasar farmasi di pasar dalam negeri," kata Dirut PT Indofarma Global Medika, Ary Gunawan disela-sela Rakernas BUMN Distributor Farmasi di Bandung, Jumat (5/2).
Sinergi itu, kata Ary memungkinkan Indofarma dan Kimia Farma juga menggunakan jaringan Bio farma untuk penjualan ke luar negeri karena pasar ekspornya sudah besar.
Ia menyebutkan, bila BUMD farmasi itu bersinergis, maka dipastikan memiliki jaringan pemasaran yang lebih kuat dengan dukungan sebanyak 117 unit cabang pemasaran di seluruh Indonesia.
Selain itu pemasaran juga akan didukung oleh 1.211 orang tenaga pemasaran yang selama ini terlibat di sektor distribusi produk BUMN Farmasi. "Proses pengadaan yang dikoordinasikan secara terpusat akan menaikan posisi tawar masing-masing BUMN distributor farmasi sehingga pengadaan akan lebih efesien, selain itu sebarannya akan semakin luas dan merata," katanya.
Sementara itu Deputy Bidang Usaha dan Jasa Lainnya Kementrian Negara BUMN, Muchayat menyebutkan, persaingan distributor obat di Indonesia makin besar akibat pertumbuhan usaha distributor swasta yang cenderung tidak terlalu terikat dengan peraturan yang bersifat sosial. "BUMN distributor farmasi berbeda dengan swasta, karena mengemban tugas dari pemerintah menyuplai obat ke daerah-daerah yang lokasinya mungkin jauh dengan pelayanan terbaik dan harga terjangkau. Sehingga perlu ada sinergitas antara BUMN farmasi agar biaya distribusi bisa ditekan tanpa menurunkan pelayanan," kata Muchayat.
Menurut dia , ketiga BUMN distributor farmasi yakni PT Indofarma, Kimia Farma dan Rajawali Nusindo sangat berpeluang untuk bersinergis sekaligus menguatkan pasar bersama di pasar produk farmasi nasional.
Lebih lanjut, ia menyebutkan, BUMN sektor farmasi menargetkan peningkatan pasar nasional menjadi 20 persen dari total pemasaran produk farmasi di Indonesia. Saat ini BUMN distributor farmasi baru berkontribusi sebesar 9,09 persen senilai Rp3 triliun dari total perdagangan produk farmasi sebesar Rp33 triliun pada 2009. "Tahun 2010 ini diperkirakan nilai perdagangan produk farmasi di Indonesia mencapai Rp38 triliun. Melalui konsolidasi dan sinergitas BUMN distributor farmasi diharapkan bisa meraih 20 persen market share," kata Deputy Bidang Usaha dan Jasa Lainnya Kementrian Negara BUMN itu menambahkan. [*/hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !