INILAH.COM, Jakarta - Sampai per tanggal 4 Februari 2010, rata-rata produksi minyak nasional masih jauh di bawah target, sekitar 2% dibawah target. Adapun rata-rata produksi minyak per 4 Februari 2010 capai 946 ribu barel oil per hari, dari target 965 ribu bopd.
Kepala BP Migas, Raden Priyono menjelaskan sampai 4 Februari rata-rata produksi minyak nasional sekitar 946 ribu bopd, sementara target produksi minyak dalam APBN 2010 ditetapkan sekitar 965 ribu bopd.
"Rata-rata produksi minyak selama 2010, per 4 Februari baru mencapai 946 ribu bopd," kata Kepala BP Migas, Raden Priyono, di Jakarta, Jumat (5/2).
Sementara lanjut Raden, untuk status produksi migas per 4 Februari 2010, rata-rata bulanan sudah mencapai 950 ribu bopd, include kondensat sebanyak 142.458 bopd.
Adapun kendala belum capainya target produksi minyak tersebut karena berbagai kendala. Sementara bila tidak ada kendala teknis, kapasitas produksi bisa mencapai 977 ribu bopd.
Adapun penyebab penurunan produksi nasional antara lain, terjadi gangguan di blok Kangean, di mana sempat terjadi shutdown untuk proses lifting, produksi terhentisebesar 2.5 ribu bopd.
Adapula kendalan produksi pada KPS-China Nasional Oil offshore Company (CNOOC), yang mana tengah terjadi pekerjaan turn around (TA), untuk maintenance area Central yang mundur dari rencana semula.
Terjadi juga kendala pada produksi minyak blok Cepu, - dimana Mobil Cepu Limitid (MCL) baru bisa produksi minyak Cepu saat ini sebesar 6.8 ribu bopd karena TWU dan Pertamina Persero minta diturunkan pengiriman. Kapasitas produksi ConocoPhilips Indonesia (COPI) onshore juga alami penurunan sebesar 2 ribu, penurunan disebabkan ada pekerjaan pigging di Suban. [san/cms]