inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Indeks MSCI Asia Pasifik Anjlok 2,6%

Headline
istimewa
Oleh: Vina Ramitha
Jumat, 5 Februari 2010 | 19:59 WIB
INILAH.COM, Tokyo - Bursa Asia kembali terjun bebas ke rekor terendah dalam 10 pekan terakhir. Peningkatan klaim pengangguran AS dan kekhawatiran utang Eropa, menjadi katalisnya.
Indeks MSCI Asia Pasifik turun 2,6% ke 114,59 Jumat (5/2), level terendah selama dua bulan terakhir. Sebanyak 20 saham turun untuk setiap satu saham yang naik di MSCI APAC. Chief Investment Officer Pacific Mutual Fund, Michael Auyeung mengatakan, bursa Asia rontok akibat upaya investor menghindari risiko dan mengunci keuntungan. "Outperform di pasar beta ini membuat bursa rentan," katanya kepada Bloomberg, Jumat (5/2).
Sedangkan Asisten Direktur Macquarie Private Wealth, Marcus Droga mengatakan, pasar khawatir sejumlah negara Eropa tak bisa mengendalikan masalah bujet. Hal ini berpotensi membahayakan seluruh kawasan yang pemulihan ekonominya masih ringkih. Kekhawatiran ini kemudian mengglobal. Terutama untuk Yunani, Spanyol, dan Portugal yang mempengaruhi sentimen pasar," katanya kepada Market Watch.
Serikat terbesar Yunani melakukan unjuk rasa massal kedua kalinya di bulan ini. Rencana mogok kolektor pajak berencana selama 48 jam, menunjukkan mayoritas parlemen di pemerintahan PM Yunani George Papandreou belum banyak bertindak dalam mengurangi defisit terbesar Uni Eropa.
Dana market equity pasar berkurang US$1,6 miliar dalam penarikan mingguan. Aliran dana keluar ini merupakan yang terbesar dalam 24 pekan terakhir. Ini juga disebabkan oleh kekhawatiran utang Yunani. Indeks MSCI Dunia yang merupakan 23 indikator bursa saham terbesar dunia, turun 2,9%.
Darius Kowalczyk dari SJS Market Ltd. mengatakan, kondisi ini merupakan balas dendam dari penyelamatan global yang dilakukan pasar ekonomi global tahun lalu. Terutama over-spending anggaran pemerintah. "Eksposur berlebih terhadap ekspor dan utang asing, membuat mata uang seperti won Korea rentan terhadap krisis kredit di Eropa," katanya.
Sektor energi dan sumber daya memimpin penurunan karena menguatnya dolar berpengaruh terhadap turunnya harga komoditas. Di Australia, saham perusahaan pertambangan terbesar dunia BHP BIlliton Ltd., turun 3,5%. Pesaingnya yang penambang terbesar ketiga dunia, Rio Tinto, turun 5,4%.
Euro pun jatuh ke level terendahnya terhadap dolar AS dalam delapan bulan terakhir. Ini merupakan pekan keempat mata uang Uni Eropa itu melemah terhadap dolar dan yen. Euro diperdagangkan US$1,3706 dari US$1,3723 setelah sempat menyentuh US$1,3669, level terendah sejak 20 Mei 2009.
Indeks Nikkei 225 Jepang jatuh 2,9% ke 10.057,09 dan indeks S & P / ASX 200 Australia merosot 2,3%, meski bank sentral Australia (RBA) menaikkan estimasi pertumbuhan ekonominya. Adapun indeks S & P 500 kemarin merosot 3,1%, terdalam sejak April.
Indeks Nikkei di Jepang jatuh 298,89 poin (2,9%) menjadi 10.057,09, level terendah sejak 10 Desember. Bursa Tokyo tergelincir setelah euro jatuh atas keprihatinan masalah utang Eropa. Hal ini mendorong investor melepas saham eksportir bereksposur tinggi di Eropa. Mazda Motor jatuh 4,9%, Nikon jatuh 2,8% dan Canon turun 3,5% .
"Pasar Jepang mendapat pukulan dampak dari masalah di luar negeri. Namun, bukan berarti kita memiliki masalah besar kecuali untuk penguatan yen, kata Yumi Nishimura, analis pasar di Daiwa Securities Capital Markets.
Toshiya Yamauchi, Manajer Trading Margin Forex di Ueda Harlow, Jepang, mengatakan kekhawatiran terhadap Eropa terus bertambah. Seiring dengan meningkatkan masalah defisit yang terlihat menular. "Ini membuat pasar mempertimbangkan prospek euro dan memilih kembali ke mata uang save haven," katanya.
Indeks komposit Shanghai di China turun 55,91 poin (1,9%) ke 2.939,40. Memburuknya kesehatan fiskal beberapa negara Eropa dan penurunan Wall Street membuat investor menghindari risiko. Pasar mencermati ketidakpastian atas laporan pekerjaan AS Januari. "Para investor mengkhawatirkan kelemahan ekonomi di AS dan Eropa, dan ini mempengaruhi minat membeli," kata Zhou Lin, analis Huatai Securities.
Pengembang real-estate memimpin penurunan atas berlanjutnya kekhawatiran kebijakan pengetatan kredit dan aksi spekulasi properti di China. China Vanke turun 2,2%, dan Poly Real Estate turun 4,0%. Perusahaan pertambangan juga melemah, atas jatuhnya harga komoditas global. China Shenhua Energy jatuh 3,2%, dan Datong Industri Coal turun 4,4% .
Sedangkan saham bank jatuh dipicu kekhawatiran penggalangan modal, menyusul kabar bahwa Bank of Communications berencana menaikkan CNY20 miliar melalui rights issue di bursa Shanghai dan Hong Kong. Bank of Communications, pemberi pinjaman terbesar negara kelima, jatuh 1,5% dan Bank of China turun 0,5%.
Indeks Hang Seng turun 676,56 poin (3.3%) ke 19.665,08. Indeks saham unggulan ditutup di level terendah sejak 2 September. Perusahaan minyak dan tambang juga melorot, seperti CNOOC yang turun 4%, PetroChina melemah 5,8%, Chalco turun 6%, dan China Shenhua turun 4,7%. [ast/mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.