inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS
Pengaruh Faktor Eksternal

Sepekan BUMI Terpeleset 1%

Headline
Inilah.com/Agung Rajasa
Oleh: Asteria
Sabtu, 6 Februari 2010 | 08:29 WIB
INILAH.COM, Jakarta Setelah bergerak fluktuatif, sepekan ini saham PT Bumi Resources (BUMI) mengalami penurunan 1%. Faktor eksternal sangat berpengaruh, di tengah minimnya sentimen positif yang signifikan mengangkat bursa.
Saham BUMI mengawali perdagangan pekan ini dengan naik Rp75 ke level Rp2.550. Penguatan ini merupakan faktor teknikal setelah akhir pekan lalu, saham primadona ini berakhir melemah. Pelaku pasar masih melakukan pembelian, seiring berlanjutnya sentimen penerbitan saham baru tanpa HMETD sebesar 10%.
Masuknya China Investment Corporation (CIC) jelas sangat bagus untuk BUMI, kata Purwoko Sartono dari Panin Sekuritas, pada awal pekan ini. BUMI berencana menerbitkan saham baru maksimal 10% saham atau 1,94 miliar saham dari total yang ditempatkan dan disetor penuh 19,4 miliar saham.
Hasil bersih penerbitan saham baru itu bahkan disebutkan akan dimanfaatkan BUMI untuk membayar utang. Namun, imbuhnya, tanpa sentimen ini pun, saham BUMI sebenarnya masih cukup menarik. Hal ini dipicu saham Xstrata yang naik lagi untuk kedua kalinya, serta penguatan harga batu bara, ujarnya.
Namun, keesokan harinya, beredarnya kabar bahwa BUMI tidak akan menerbitkan saham baru, setelah mempertimbangkan kondisi pasar dan situasi politik. Hal ini kembali melemahkan harga saham emiten batubara ini, sehingga BUMI ditutup turun Rp50 ke Rp2.500.
Meskipun BUMI belum menyatakan secara resmi tentang kepastian pelaksanaan penerbitan saham baru tanpa HMETD, beberapa pengamat mengganggap berita ini rumor belaka.
Pasalnya, bantahan ini tidak berasal dari surat kepada Bursa Efek Indonesia. Berbeda dengan penjelasan resmi kepada BEI sebelumnya tertanggal 8 Januari 2010, yang ditandatangani oleh Dileep Srivastava.
BUMI akhirnya berhasil menguat pada hari ketiga, Rabu (3/2), dengan ditutup naik Rp100 ke level Rp2.600. Hal ini dipicu rally pada harga minyak, yang mencapai US$77 per barel di New York.
Selain itu, PT Kaltim Prima Coal (KPC), anak usaha BUMI mengajukan permohonan praperadilan terkait kasus investigasi kantor pajak terhadap dugaan penyelewangan pajak.
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pajak, KPC termasuk dalam daftar 100 perusahaan penunggak pajak terbesar. Namun, manajemen BUMI menilai, KPC telah melunasi kewajiban pajak sesuai surat pemberitahuan tahunan (SPT) yang telah disampaikan perusahaan.
Namun, penguatan itu hanya sementara. BUMI pada Kamis (4/2) kembali melemah Rp25 ke level Rp2.575. Selain profit taking setelah kenaikan sebelumnya, sentimen negatif berasal dari kabar bahwa anak usaha Bakrie ini akan menjadi aset jaminan (underlying aset) waran di Bursa Malaysia.
BUMI juga menjadi jaminan covered warrant yang diterbitkan OSK Investment Bank Berhard. Perusahaan itu menawarkan 75 juta waran berjenis coverred warrant dengan underlying asset saham BUMI.
Memburuknya bursa regional dan regional akibat defisit di kawasan Eropa serta data ekonomi AS yang kurang baik, menghambat pergerakan bursa. BUMI pun terus terjebak di zona negatif. Pada perdagangan di hari terakhir, BUMI ditutup turun Rp125 ke Rp2.450 setelah sepanjang perdagangan melemah ke Rp2.400. [mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
2 Komentar
Kangejaz @ Sabtu, 6 Februari 2010 | 15:33 WIB
Tidak ada korelasi secara langsung yang bisa mempengaruhi nilai fluktasi dari saham BUMI. Sentimen pasar hanya salah satu pertimbangan untuk analisis BUMI menuju arah tren. Perlakuannya tidak bisa diterapkan dengan berpedoman pada international market shares
moch wahyudin @ Sabtu, 6 Februari 2010 | 09:34 WIB
BUMI Resources. terlalu membuat statement yang tentunya membuat citra baik dari sahamnya.emitten akan prospek masih terkait dengan sumber energi batu-bara.kemungkinan akan rumor bahwa BUMI akan menerbitkan beberapa kerjasama.untuk explorer/expand lagi ke pasar-global.ini akan mempengaruhi bursa-saham di AS,Nasdaq. strategi yang baik telah dilakukan satu perusahan yang kokoh untuk Resources SDA Indonesia. kebijakan akan keluasan dari pemerintah dalam bidang ekonomi,export-import,hingga kebijakan diluasan lapangan-SDA baru di indonesia.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.