INILAH.COM, Jakarta - Para pelaku pembobol beberapa ATM yang kabur ke luar negeri seperti bakal tidak tenang. Sebab, Polri sudah menggalang interpol untuk mengendus keberadaan mereka.
Hal itu disampaikan Direktur II Bareskrim Polri, Brigjen Raja Erzisman, di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (5/2). Mengenai warga negara Bulgaria yang telibat pembobolan bank, ia mengaku, Polri sudah mengirimkan red notice.
"Kita sudah kirimkan red notice untuk yang di luar negeri kita sudah ajukan ke luar negeri. Kita sudah ajukan ke interpol dan interpol akan kirimkan ke semua interpol," katanya.
Erizman menambahkan, polisi sudah mengindikasikan beberapa negara yang mungkin dijadikan tujuan melarikan diri, seperti di Hongkong. Ia mengatakan sejauh ini belum ada residivis. Namun demikian dirinya mengatakan keahlian para pelaku sudah cukup canggih.
"Belum ada pemain baru semua, tapi keahliannya sudah cukup canggih," jelasnya.
Dijelaskan Erizman, kerjasama dari pihak bank selama ini membuat kasus ini cepat terungkap. Terutama yang berada di Bali, pihak BCA sangat kooperatif, sehingga piha kepolisian dapat dengan cepat mengungkap.
"Karena mungkin merasa informasi lain banyak timbul di BCA, inikan bank besar, sehingga mereka akomodatif sekali memberikan data-data yang kita perlukan untuk ungkap kasus ini," tandas Erizman. [bay/jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !