INILAH.COM, Jakarta - PT Pertamina (Persero) mulai akhir Maret 2010 akan menarik semua peredaran minyak tanah bersubsidi di Pulau Jawa.
Pertamina hanya menyediakan BBM jenis minyak tanah non subsidi. Menurut keterangan pers Pertamina yang diterima INILAH.COM, Sabtu (6/2), rencananya mulai Februari hingga Maret mendatang secara bertahap Perseroan akan menarik peredaran minyak tanah bersubsidi di Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur.
Mulai awal Februari yang lalu Pertamina sudah menarik minyak tanah bersubsidi dari seluruh daerah di Jawa Tenggah, DIY. Pertamina hanya menyediakaan minyak tanah non subsidi.
Setelah penarikan mitan dari Jateng, DIY, Perseroan menargetkan pada akhir Fabruari 2010 mendatang, peredaran minyak tanah diseluruh daerah di Propinsi Jawa Timur akan ditarik semuanya.
Sebelumnya saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan DPR Komisi VII beberapa waktu lalu, Direktur Pemasaran dan Niaga Perseroan, Achmad Faisal menerangkan jika sampai akhir Maret pendistribusian LPG konversi selesai, khususnya jadwal terakhir di Jawa Timur, maka peredaran minyak tanah sekitar 70% terbesar di Indonesia yang berada di Pulau Jawa menjadi berkurang.
"Konsumsi minyak tanah konsumen di Pulau Jawa adalah yang terbesar capai 70% atau sekitar 7 juta kiloliter. Kalau program konversi di Jawa selesai, maka akan mengurangi besaran subsidi BBM yang dikeluarkan pemerintah," jelasnya.
Sebelumnya, Perseroan berhasil menyelesaikan program konversi minyak tanah ke LPG khususu di Jawa Barat dan sekitarnya. dan sampai sekarang minyak tanah yang beredar di Jabar hanyalah minyak tanah non subsidi. [cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !