inovasi portal berita
Jumat, 10 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS
Diberondong Pertanyaan Soal Cepu

Wapres: Saya Belum Pelajari

Headline
Boediono - inilah.com/Agung Rajasa
Oleh:
Sabtu, 6 Februari 2010 | 15:59 WIB
INILAH.COM, Semarang - Bupati Blora Yudi Sancoyo dan Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo mempertanyakan kejelasan bagi hasil Blok Cepu karena sampai saat ini sudah lewat satu tahun dari target ternyata blok itu belum juga berproduksi sesuai dengan perjanjian.

"Soal Blok Cepu ini menurut perjanjian Exxon Mobil, akhir 2008 sudah berproduksi 2O.000 barel per hari. Tetapi kenyataannya sampai sekarang baru sekitar 17.000 barel per hari," kata Bupati Blora Yudi Sancoyo ketika berdialog dengan Wapres Boediono di Semarang, Sabtu (6/2).

Menurut Yudi, dengan belum berproduksinya Blok Cepu pada angka 20.000 brrel per hari, maka Pemkab Blora belum menikmati bagi hasil. Karena itu Yudi mendesak pemerintah pusat bisa mendorong Exxon Mobil bisa memenuhi kewajibannya memproduksi 20.000 barel per hari. "Kalau pemerintah pusat tak ikut campur, ini tak akan bisa capai produksi 20.000 barrel per hari," kata Yudi.

Keluhan yang sama juga disampaikan Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Bibit Waluyo yang mengatakan soal Blok Cepu sampai sekarang hanya wacana saja. "Kelihatannya Blok Cepu besar tetapi kita hanya dapat anginnya saja. Padahal investasi Rp120 miliar tapi ujung 'berung'nya nggak jelas," kata Bibit Waluyo dengan nada tinggi.

Karena itu, Bibit mendesak pemerintah pusat segera menyelesaikan persoalan ini. "Pokoke cekat ceket wae, ning rakyate sejahtera. (Pokoknya bertindak cepat saja, yang penting rakyatnya sejahtera," kata Bibit dengan logat Jawa yang kental.

Mendapatkan pertanyaan tersebut Wapres Boediono mengaku belum mempelajari persoalan Blok Cepu. Karena itu, Wapres mengaku tidak bisa memberikan jalan keluar. Wapres akhirnya meminta bantuan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati untuk menjawabnya.

Menurut Menkeu, pihaknyalah yang terus mendorong agar Blok Cepu segera berproduksi. "Selama ini di APBN sudah diasumsikan Blok Cepu ada pemasukan kontribusi nasional. Sudah terlanjur dibagi-bagi tapi uangnya nggak datang juga, jadi defisit," kata Menkeu.

Namun Sri Mulyani siap untuk melakukan rapat guna menyelesaikan persoalan Blok Cepu ini jika memang Wapres Boediono menginginkannya. [*/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.