INILAH.COM, Jakarta - Salah satu poin yang diatur dalam road map pengurangan subsidi BBM yang adalah soal penataan agar BBM bersubsidi benar-benar diperuntukkan bagi yang membutuhkan.
Yang kami hasilkan dalam program 100 hari adalah penyusunan road map, bagaimana mengurangi besaran subsidi BBM yang selama ini ditanggung pemerintah. Kita tahu bahwa sekarang ini subsidi BBM untuk transportasi itu sebenarnya tidak terlalu kena sasaran. Makanya akan dikoordinasikan dengan pihak kepolisian, kata Dirjen Migas Evita Legowo ketika dihubungi INILAH.COM di Jakarta, Sabtu (6/2).
Evita melanjutkan sebenarnya rencana pengurangan besaran subsidi ini sudah mulai dilakukan sejak beberapa tahun lalu. Pada akhir 2009 dan awal 2010, pemerintah sudah mulai melakukan penataan mengenai siapa saja yang berhak mendapatkan BBM bersubsidi ini. Makanya akan coba diterapkan distribusi BBM secara tertutup. Selama ini konsumen BBM bersubsidi bukan saja kalangan kurang mampu, tetapi orang kaya, dan bahkan orang asing pun juga memakai BBM bersubsidi, terangnya.
Ia menambahkan penataan tersebut sudah dimulai sejak 2009 yang lalu dan rencananya akan terus dilanjutkan. Nah nanti pada 2011 dan 2014 kita akan coba supaya betul-betul kena sasaran. Untuk 2011 dan 2012 kita coba implementasinya, tapi tidak sekaligus melainkan secara bertahap dan akan kita evaluasi kembali sampai 2014, tandasnya. [cms]